Tribun Kaltim Hari Ini
Melawan Arus Digitalisasi, Alasan Cassette Jockey Asal Timur Koleksi Kaset Pita
Melawan arus digitalisasi, alasan Cassette Jockey Asal Timur mengoleksi kaset pita.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Arus digitalilasi saat ini semakin deras di mana semua kegiatan seperti bermusik lebih banyak menggunakan peralatan digital ketimbang analog.
Namun, arus digitalisasi yang kencang tidak membuat seorang Cassette Jockey (CJ) Asal Timur mengikuti arus.
Ia memulai karier sebagai CJ akhir tahun 2024.
Semua itu berawal dari ketidaksengajaannya mendengarkan lagu Utha Likumahuwa.
Dari lagu-lagu Utha Likumahuwa itu membuat dirinya berburu lagu pop dalam negeri era 70 sampai 90-an.
“Sebenarnya banyak yang nggak tahu lagu-lagu pop Indo zaman itu. Kita kecil dulu lebih sering dengar lagu Barat. Tapi pas mulai dengerin Utha Likumahuwa, aku penasaran sama lagu-lagu lainnya, dan ternyata banyak banget yang bagus,” katanya.
Baca juga: Band Padre Balikpapan Akan Keluarkan Album Via Kaset Pita
Cara dirinya mendapatkan kaset pita itu bermacam-macam.
Namun, ia lebih sering berburu kaset pita ke daerah-daerah yang dia kunjungi, salah satunya ke Kota Solo.
Di sana, ia punya pengalaman yang tak terlupakan.
Ia mendapatkan tape recorder original berusia lebih dari 50 tahun.
Harga kaset tersebut sangat fantastis.
Demi mendapatkan tape recorder itu, ia harus merogoh kocek senilai Rp 900 ribu.
Tape ini dibelinya dari seorang penjual di Facebook.
Setelah memastikan kondisi barang lewat video call dan langsung ia ketemu dengan penjual dan membelinya.
“Alatnya masih bagus, suaranya masih jernih. Padahal ini tape udah 50 tahun lebih, kata penjualnya,” ujarnya.
Baca juga: Dwin Jelajahi Kenangan Melalui Mesin Waktu Kaset Pita
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ASAL-TIMUR-PERFORM1.jpg)