Berita Nasional Terkini
5 Hal Penting Terkait Partai Super Tbk yang Digagas Jokowi, Usung Konsep Partai Modern
Berikut sederet hal penting yang perlu diketahui terkait Partai Super Tbk yang digagas Jokowi, mengusung pembentukan partai dengan konsep modern.
Seperti Politikus PDI-P, Mohamad Guntur Romli yang memiliki dugaan bahwa gagasan Jokowi terkait Partai Super Tbk merupakan bentuk kritik terhadap struktur kepemimpinan PSI.
Menurutnya, kekuasaan tertinggi PSI saat ini tidak berada di tangan putra Jokowi selaku ketua umum partai, melainkan dewan pembina.
Diketahui, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, adalah Ketua Umum PSI.
"Ide Jokowi soal Partai Super Tbk adalah kritik pada otoritarianisme Dewan Pembina PSI yang kekuasaannya di atas jabatan Ketua Umum Kaesang Pangarep, anak Jokowi," ujar Romli kepada Kompas.com, Jumat (7/3/2025).
Hal tersebut pun diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSI yang menyatakan bahwa Dewan Pembina memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan partai.
"Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSI yang menyebutkan bahwa Dewan Pembina memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan partai," kata Romli.
Eks politikus PSI itu pun menyinggung pasal dalam AD/ART yang secara tegas menetapkan dewan pembina sebagai pemegang otoritas tertinggi partai.
Artinya, menurut Romli, pemegang kekuasaan tertinggi di PSI adalah Jeffrie Geovanie selaku ketua dewan pembina, bukan Kaesang.
"Saat ini, Dewan Pembina PSI diketuai oleh Jeffrie Geovanie dan sekretarisnya Raja Juli Antoni. Artinya, dua orang inilah pemegang kekuasaan mutlak di PSI. Jeffrie Geovanie adalah pemilik sesungguhnya PSI, bukan Kaesang Pangarep meskipun menjabat sebagai Ketua Umum PSI," ungkap Romli.
Romli menyebutkan, ketentuan AD/ART PSI saat ini dapat memberikan peluang bagi dewan pembina untuk membatalkan seluruh kebijakan partai, bahkan melengserkan Kaesang dari posisi ketua umum.
"Sewaktu-waktu, jabatan ketua umum PSI bisa diganti oleh Dewan Pembina PSI seperti dalam Pasal 13 (soal) Wewenang Dewan Pembina, Ayat (3) mengesahkan dan memberhentikan Dewan Pimpinan Pusat," terang Romli.
Atas hal tersebut, Romli berpandangan bahwa konsep Partai Super Tbk sebenarnya justru bertolak belakang dengan sistem PSI saat ini. Meskipun Jokowi mengeklaim gagasannya telah diakomodasi.
Jokowi memang sempat mengatakan bahwa Partai Super Tbk harus menjadi partai yang benar-benar terbuka, dengan ketua yang dipilih langsung oleh anggota.
"Maka kritik Jokowi soal Super Tbk sebenarnya adalah kritik yang keras terhadap struktur kepemimpinan dan kepemilikan yang ada di PSI, bahwa PSI dikuasai dan dimiliki oleh Dewan Pembina, tidak dipimpin oleh ketua umum," pungkas Romli.
Baca juga: Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi, Bobby Nasution Beri Respons Santai: Silakan Saja
Lain lagi komentar dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir yang mengatakan bahwa pendirian partai yang diusung dari gagasan Jokowi tersebut sah-sah saja.
Sikap Istana soal Putusan MK Larang Wakil Menteri Rangkap Jabatan Komisaris BUMN |
![]() |
---|
CEO Tribun Network, Dahlan Dahi Raih MTA 2025, Tokoh Media Berpengaruh |
![]() |
---|
Polisi Pukul Mundur Massa Aksi Demo DPR, Pengunjuk Rasa Lempar Molotov, Kericuhan Meluas |
![]() |
---|
Putusan MK: Wamen Dilarang Rangkap Jabatan sebagai Komisaris BUMN, Beri Tenggat 2 Tahun untuk Mundur |
![]() |
---|
Link Daftar TKM Pemula 2025 dan Cara Bikin Akun SIAPKerja Kemnaker, Dapat Bantuan Modal Rp 5 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.