Ramadhan 2025
Ramadhan 2025, Penukaran Uang Ilegal dan Peminta Sumbangan di Bontang Marak
Seorang warga Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, Robi, mengaku sudah tujuh kali didatangi peminta sumbangan
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Maraknya praktik penukaran uang ilegal dan peminta sumbangan di Bontang menjelang Lebaran mulai menimbulkan keresahan warga.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap dua fenomena ini yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Seorang warga Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara, Robi, mengaku sudah tujuh kali didatangi peminta sumbangan dalam dua hari terakhir.
"Mereka bilang untuk pembangunan masjid, tapi terkesan memaksa. Kalau tidak diberi, malah marah-marah," tuturnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (14/3/2025).
Baca juga: Antisipasi Maraknya Pengemis dan Pengamen Jalanan, Satpol PP Imbau Warga tak Beri Uang
Upaya warga untuk meminta mereka mengurus izin ke RT setempat pun diabaikan. Hal ini menimbulkan dugaan adanya modus penipuan berkedok sumbangan.
Terpisah Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, menekankan bahwa penukaran uang hanya boleh dilakukan di tempat resmi, seperti bank atau gerai yang telah ditunjuk.
"Jika ada yang membuka penukaran uang di atas trotoar atau pinggir jalan, akan kami amankan. Ini melanggar Peraturan Daerah tentang Keamanan dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Bontang," ujarnya
Satpol PP akan menggencarkan patroli bersama OPD terkait dan kepolisian untuk menindak pelaku yang nekat beroperasi di ruang publik tanpa izin.
Namun, masalah tidak berhenti di situ. Sejumlah warga melaporkan meningkatnya aktivitas peminta sumbangan yang datang dari luar daerah.
Beberapa di antaranya bahkan mendatangi rumah-rumah warga dengan dalih penggalangan dana, jualan buku agama, hingga untuk pembangunan masjid dan proyek lainnya di wilayah lain, seperti Kutai Timur.
Ahmad Yani pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memberikan sumbangan.
Baca juga: Viral di Media Sosial, Pengemis Pura-pura Pincang Meresahkan Warga Tanjung Redeb Berau Terekam CCTV
"Kalau tidak ada yang memberi, tentu oknum itu akan meninggalkan Bontang dengan sendirinya," tegasnya.
Ia berjanji akan terus melakukan pengawasan ketat dan mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.
Dengan kondisi ini, masyarakat diminta lebih waspada agar tidak terjebak dalam praktik yang tidak jelas legalitasnya.
"Kalau warga ketemu peminta sumbangan yang nggak jelas. Lapor saja. Jangan ragu," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250314_Pengemis-di-Bontang-Kaltim.jpg)