Jumat, 22 Mei 2026

Kandang Infasy Antisipasi Inflasi, Gubernur Kaltim: Ini yang Saya Cari

Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud didampingi Wakil Gubernur H Seno Aji dan Sekda Sri Wahyuni, serta Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor

Tayang:
Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Nur Pratama
SENO/ADPIMPROV KALTIM
KANDANG INFASY - Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji meninjau Kandang Infasy di UPTD Pembibitan Ternak dan Hijau Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Kecamatan Waru, PPU. Sangat potensial potensial untuk pengembangan sapi di Kaltim. (SENO/ADPIMPROV KALTIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud didampingi Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji dan Sekda Sri Wahyuni, serta Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor meresmikan Kandang Infasy (Intensive Farming System/Sistem Peternakan Intensif) di UPTD Pembibitan Ternak dan Hijau Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Kecamatan Waru, PPU, Kamis (13/3/2025).

Kandang Infasy merupakan sistem pengelolaan ternak secara penuh dalam kandang. Cara ini lebih efisien dan akan meningkatkan produktivitas.

Keunggulan sistem ini antara lain dari pemberian pakan, perawatan kesehatan terpantau penuh, pertumbuhan sapi lebih optimal dan produktivitas lebih tinggi.

Baca juga: Gubernur Bantu AC Masjid Syuhada Tanah Grogot, Masjid Sejuk, Jemaah Lebih Semangat Beribadah

"Ini yang saya cari, Kebutuhan sapi sangat tinggi apalagi Hari Raya Kurban, Tambah dua kandang lagi, Nanti sapinya dari CSR perusahaan," kata Gubernur Rudy Mas'ud saat peresmian.

Saat ini kapasitas Kandang Infasy ini sekitar 360 ekor untuk sapi sedang dan 300 ekor untuk sapi besar. 

Gubernur mengatakan jika ditambah dua kandang lagi, maka sapi yang bisa dikembangkan di kawasan ini bisa mencapai 1.000 ekor.

Dengan demikian, kehadiran kandang sapi ini secara langsung bisa mengantisipasi inflasi, terutama saat permintaan daging sapi meningkat, seperti saat Hari Raya Iduladha atau Hari Raya Kurban.

Pengembangan ternak ini sangat baik untuk menopang kebutuhan pangan Kaltim, terutama kebutuhan akan daging yang hingga saat ini masih lebih banyak dipasok dari luar Kaltim.

"Minimum kita bisa mengurangi pasokan dari daerah lain. Saat ini 70 persen daging kita dari luar. Harapannya nanti bisa dibalik. Kita mampu hasilkan 70?n hanya 30?ri luar," harap Gubernur.

Sapi-sapi yang akan dikembangkan di sini juga bisa didatangkan dari kontribusi perusahaan. Bukan hanya perusahaan tambang, tapi juga dari perusahaan minyak, refineri, sawit dan lainnya.

"Tadi Pak Wagub komplain. Produksinya 52 juta ton batu bara ngasih kok cuma 15 ekor," sindir Gubernur.

Gubernur lalu menjelaskan, 40 sapi besar saja total harganya sekitar Rp1 miliar. Jadi, untuk ukuran perusahaan dengan produksi batu bara 52 juta ton  setahun, bantuan itu dinilainya sangat kecil.

"Makanya saya bilang, salah kalau menyerahkan CSR ke luar Kaltim.
Sampaikan kepada owner. Serahkan zakat infaq dan sedekahnya lewat Baznas," tegas Gubernur.

Sebab kata Gubernur, persoalan tambang, sawit dan lainnya, umumnya karena kesejahteraan yang jomplang.

"Kalau ada masalah, nanti biar Baznas yang menyelesaikan. Karena ini hanya masalah kesenjangan dan kesejahteraan," imbuhnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved