Minggu, 12 April 2026

Film

Hamdan Ballal, Sutradara No Other Land Telah Dibebaskan, Sempat Diborgol dan Dipukuli Militer Israel

Sutradara film dokumenter No Other Land, Hamdan Ballal kini telah dibebaskan setelah mendapatkan perlakuan kasar dari militer Israel

Editor: Christnina Maharani
Kompas.com/Yahoo
HAMDAN BALLAL DIBEBASKAN - Potret Hamdan Ballal, salah satu sutradara film dokumenter No Other Land dalam gelaran Academy Award, Senin (3/3/2025). Hamdan Ballal kini telah dibebaskan setelah mendapatkan perlakuan kasar dari militer Israel. (Kompas.com/Yahoo) 

TRIBUNKALTIM.CO - Sutradara film dokumenter No Other Land, Hamdan Ballal kini telah dibebaskan setelah mendapatkan perlakuan kasar dari militer Israel dan dikabarkan hilang.

Kabar tersebut diumumkan oleh rekan sesama sutradara, Yuval Abraham melalui cuitannya di platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

"Setelah diborgol sepanjang malam dan dipukuli di pangkalan militer, Hamdan Ballal kini bebas dan hendak pulang ke keluarganya," tulis Yuval dalam cuitannya di X, Selasa (25/3/2025) malam.

Sebagai informasi, diketahui bahwa terdapat petisi untuk membebaskan Hamdan Ballal yang mengumpulkan lebih dari 3.700 tanda tangan di situs Change.org.

“Kami, anggota masyarakat film global, dengan mendesak memohon pembebasan segera dan keselamatan pembuat film Hamdan Ballal, salah satu sutradara No Other Land, penerima Penghargaan Akademi tahun ini untuk Film Dokumenter Terbaik," bunyi petisi tersebut, seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Dilaporkan Hilang, Sutradara No Other Land Hamdan Ballal Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat

Sebelumnya, berdasarkan laporan The Associated Press, insiden yang menimpa Hamdan juga disaksikan oleh aktivis dari Center for Jewish Nonviolence di Tepi Barat.

Mereka memaparkan, sekitar 10 hingga 20 pemukim bertopeng menyerang Ballal dan aktivis Yahudi lainnya menggunakan batu serta tongkat.

Tidak hanya itu, para pemukim juga merusak jendela mobil dan merobek ban kendaraan.

Ballal kemudian mengalami penahanan tanpa informasi yang jelas mengenai keberadaannya.

Perlakuan terhadap sutradara yang diakui secara internasional ini dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan artistik, hak asasi manusia dan kebebasan berbicara yang merupakan nilai-nilai inti bagi masyarakat demokratis.

Serangan ini terjadi hanya tiga minggu setelah film No Other Land meraih penghargaan Academy Award untuk kategori film dokumenter terbaik.

"Kami mendesak intervensi segera untuk menjamin keselamatan Ballal, pembebasan segera, akses kepada keluarganya, dan penasihat hukumnya,” bunyi petisi tersebut.

Petisi ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh terkenal dalam dunia film, seperti Roger Ross Williams, Alex Gibney, Christine Vachon, Liz Garbus, Ezra Edelman, Dan Cogan, Kristi Jacobson, Julie Goldman, Lee Hirsch, Joslyn Barnes, Fisher Stevens, Dawn Porter, Rory Kennedy, Yance Ford, Laura Nix, Marjan Safinia, Julia Bacha, Simon Kilmurry, Jean Tsien, Jihan Robinson, Sandi Dubowski dan masih banyak lagi.

Tentang Film No Other Land

Film dokumenter No Other Land dibuat sebagai proyek kolektif Israel-Palestina.

Di dalamnya, penonton diajak untuk mengikuti kisah sebuah keluarga Palestina di Tepi Barat yang menghadapi penggusuran setelah rumah mereka dihancurkan oleh pemerintah Israel.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved