Hari Raya Nyepi
Terjawab Apa Itu Ogoh-ogoh dan Tujuannya dalam Peringatan Hari Raya Nyepi
Apa itu Ogoh-ogoh? Berikut sejarah dan tujuannya dalam peringatan Hari Raya Nyepi.
TRIBUNKALTIM.CO - Apa itu Ogoh-ogoh? Berikut sejarah dan tujuannya dalam peringatan Hari Raya Nyepi.
Sebagai informasi, hari raya nyepi 2025 jatuh pada hari Sabtu, 29 Maret 2025.
Tahun ini, hari raya nyepi 2025 merupakan Tahun Baru Saka 1947.
Hari Raya Nyepi adalah perayaan Tahun Baru Saka yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali dan beberapa daerah lain di Indonesia.
Baca juga: 50 Contoh Ucapan Hari Raya Nyepi 2025 dalam Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris, Share ke Grup WA/IG
Sehari sebelum Hari Raya Nyepi 2025, sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Bali, akan menggelar pawai Ogoh-Ogoh.
Tradisi tahunan ini tidak hanya menjadi acara sakral, tetapi juga menjadi hiburan dan daya tarik wisatawan.
Ogoh-ogoh merupakan rangkaian upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk mengusir roh jahat sebelum umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.
Dilansir dari buku "Beragam Makna Ogoh-Ogoh dalam Tradisi Nyepi" dari Pusat Data dan Analisa Tempo (2020), Ogoh-ogoh digambarkan seperti wajah raksasa, simbol Sang Butha alias setan.
Butha merupakan simbol jahat yang harus diperangi dari semesta.
Butha juga dimaknai sebagai simbol nafsu jahat yang ada di dalam diri manusia.
Ogoh-Ogoh, Tradisi Sebelum Nyepi
Ogoh-ogoh berasal dari sebutan ogah-ogah yang dalam bahasa Bali berarti digoyang-goyangkan.
Semula, tradisi ini tidak ada kaitannya langsung dengan upacara Hari Raya Nyepi.
Namun, sejak Hari Raya Nyepi ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 1983, Ogoh-ogoh menjadi rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi setiap tahunnya.
Ada beragam visualisasi Ogoh-Ogoh yang dibuat, mulai dari perwujudan raksasa perkasa, raksasa kemayu, raksasa jomblo, ataupun raksasa setengah binatang.
