Berita Kukar Terkini
Umat Hindu di Kukar Gelar Upacara Melasti, Ritual Penyucian Diri Jelang Hari Raya Nyepi
Puluhan umat hindu dari berbagai pura di Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan serangkaian upacara melasti di Taman Titik Nol
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Puluhan umat hindu dari berbagai pura di Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan serangkaian upacara melasti di Taman Titik Nol, Tenggarong Kaltim, Kamis (27/3/2025).
Upacara melasti ini menjadi momentum penting untuk penyucian diri umat hindu dari kekotoran batin maupun perilaku dalam menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 29 Maret 2025.
Pinadita Dwija, Ida Bagus Made Agung Dwijatenaya mengatakan bahwa tidak ada perubahan dalam makna perayaan hari nyepi dengan tahun-tahun sebelumnya. Mengingat semua sudah pakem tertuang dalam sastra.
Baca juga: Satpol PP Kukar Kaltim Ancam Penjarakan Penjual Petasan Daya Ledak 2.0 Gram
Salah satunya melakukan proses melasti untuk nganyundang malaning gumi ngamet tirta amerta, yang berarti menghanyutkan kotoran alam dengan sumber air kehidupan. Seperti di laut, danau dan mata air yang disucikan.
"Intinya adalah melebur semua kekotoran dan dosa-dosa. Selanjutnya tirta amerta itu percaya bahwa kita mendapatkan air suci kehidupan untuk menyambut tahun baru," ujar Ida Bagus.
Proses melasti ini dilakukan dalam satu gelombang peribadahan, dengan membawa berbagai perlengkapan suci dan sesajen dalam rangkaian ritual.
Kemudian melarungkan sesaji berupa hewan ternak seperti ayam, bebek dan lain-lain di Sungai Mahakam. Diiringi dengan bacaan doa-doa, serta taburan bunga yang terurai di anyaman pandan.
Pada kesempatan itu, Ida Bagus turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah atas dukungannya terhadap keberlangsungan upacara melasti.
"Sehingga kami tidak repot mencari tempat, karena awalnya memang ada keragu-raguan apakah diizinkan atau tidak. Bersyukur dengan rasa saling menghargai dan menghormati, prosesi ini bisa berjalan dan khidmat dan lancar," tuturnya.
Bagi umat hindu pergantian tahun saka bermakna melaksanakan penyepian dengan amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan.
"Dengan penyepian mawas diri, tidak mengobarkan hawa nafsu, serta tidak mengobarkan kesenangan atau hiburan semata," pungkasnya. (*)
| Bupati Kukar Warning Praktik Titip-Menitip Siswa dalam SPMB 2026: No Cheating-Cheating! |
|
|---|
| Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Sebut Petani Adalah Pahlawan Pangan |
|
|---|
| 15 Jabatan Kepala OPD di Kukar Segera Terisi, Pemkab Terapkan Sistem Manajemen Talenta |
|
|---|
| Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kukar, Ada Tanam Pohon hingga Peresmian Kantor Desa |
|
|---|
| Bukti Keseriusan Tangani Peredaran Narkotika di Kukar, Polsek Loa Kulu Musnahkan 3,3 Kg Ganja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250327_upacara-melasti-di-Taman-Titik-Nol-kukar.jpg)