Berita Berau Terkini
Volume Sampah Naik 15 Persen Selama Ramadhan, DLHK Berau Kaltim Alami Kendala
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Kalimantan Timur mencatat lonjakan volume sampah hingga 15 persen selama bulan Ramadhan
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Kalimantan Timur mencatat lonjakan volume sampah hingga 15 persen selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah.
Peningkatan ini didominasi sampah organik, terutama sisa makanan, yang jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan bau tidak sedap.
Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga.
Sebab lokasi TPA baru yang berada di Kampung Pegat Bukur masih belum siap digunakan.
Baca juga: DLH Samarinda Kaltim Gerakkan 1.300 Petugas Kebersihan untuk Lembur Tangani Sampah Selama Idul Fitri
“Sementara ini, kita masih mengoptimalkan pengelolaan di TPA yang ada. Namun, risikonya adalah peningkatan sampah organik yang cepat membusuk. Jika tidak dikelola dalam tiga hari, baunya bisa menyebar ke mana-mana,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (28/3/2025).
Untuk mengatasi bau dari tumpukan sampah tersebut, pihaknya masih menerapkan sistem kontrol landfill dengan metode timbunan tanah.
“Kita timbun sampah sekitar 60 cm. Kami melapisi tumpukan sampah lagi dengan tanah setebal 20 hingga 25 cm agar baunya berkurang,” jelasnya.
Namun, upaya pengelolaan ini masih terkendala keterbatasan anggaran.
Mustakim menyebutkan bahwa alokasi dana yang tersedia saat ini tidak mencukupi hingga akhir tahun.
“Total anggaran untuk pengelolaan sampah di seluruh Kabupaten Berau, termasuk TPA Tanjung Batu, Maratua, Tanjung Redeb, dan Talisayan, sekitar Rp 900 juta. Padahal, untuk sekali penimbunan saja bisa menghabiskan Rp 200 juta,” ungkapnya.
Pihaknya masih mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi dana yang tersedia diperkirakan hanya cukup hingga Agustus.
Oleh karena itu, pihaknya berharap ada dukungan dari sektor swasta melalui mekanisme kerja sama.
“Kami sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak ketiga. Mudah-mudahan setelah Lebaran, ada dukungan dari mereka untuk membantu biaya penimbunan sampah,” tambahnya.
Di sisi lain, dirinya juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Sebenarnya, kata Dia, sampah plastik yang masuk ke TPA tidak menjadi masalah karena tidak menimbulkan bau.
"Tapi sampah organik, jika tidak diolah sejak dari rumah, akan menjadi sumber polusi. Ke depan, kita ingin membiasakan masyarakat memilah sampah dari hulunya agar pengelolaan lebih efektif,” tegasnya.
| Jalan Hulu Kecamatan Kelay Berau Kembali Terputus, Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat |
|
|---|
| DPRD Berau Tanggapi Kekosongan Jabatan OPD karena ASN Pensiun, Sumadi: Harus Segera Diantisipasi |
|
|---|
| Tepian Tanjung Redeb Berau Bakal Dipoles Dilengkapi Fasilitas Baru, Pintu Masuk Wisatawan |
|
|---|
| Redistribusi JKN Provinsi Kaltim, Kepala Dinkes Sebut 'Kalau Berau Tak Ada Masalah' |
|
|---|
| Dinsos Berau Buka Isbat Nikah untuk Warga Teluk Bayur, Kuota Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250325-Kepala-DLHK-Berau-Mustakim-Suharjana.jpg)