Berita Nasional Terkini

Isi Obrolan Luhut Binsar Pandjaitan dengan Jokowi di Solo, Bahas Ekonomi dan Pemerintahan Prabowo

Setelah keluar dari kediaman Jokowi, Luhut menjelaskan kepada awak media bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi yang telah direncanakan

Editor: Heriani AM
TribunKaltim.co/Ary Nindita Intan RS
LUHUT KETEMU JOKOWI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko) Luhut Binsar Panjaitan usai menghadiri sidang kabinet paripurna terakhir di Istana Garuda, IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (13/9/2024). Luhut membongkar isi obrolan dengan Jokowi saat dirinya bertamu di Solo. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan silaturahmi ke rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Hari Raya Idulfitri, Solo, pada Senin (31/3/2025). 

Bersama sang istri, Luhut disambut oleh Jokowi dan Iriana. Pertemuan mereka berlangsung secara tertutup.

Pertemuan yang berlangsung di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, ini berlangsung selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 11.40 WIB hingga 12.40 WIB.

Baca juga: Pesan Menohok Luhut di Hari Raya Idul Fitri 2025: Pengamat-pengamat Tanpa Data, Membuat Keruh

Setelah keluar dari kediaman Jokowi, Luhut menjelaskan kepada awak media bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi yang telah direncanakan sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum bertemu dengan Jokowi, dirinya lebih dulu bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

"Tadi saya dan istri saya sudah lebaran dengan Pak Prabowo di Istana Negara." 

"Tapi kami sudah rancang memang setelah dari Bapak Prabowo, kami mau lebaran ke tempatnya Pak Jokowi," ucap Luhut.

Luhut menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, mereka membahas beberapa hal, termasuk kondisi pemerintahan Prabowo dan ekonomi Indonesia saat ini.

Ia menyatakan bahwa Jokowi sangat menghormati Prabowo dan mencermati perkembangan ekonomi negara.

"Yang diobrolin tidak banyak, tapi beliau kan hormat betul sama Presiden Prabowo. Dan beliau cermatin juga semua ekonomi," jelas Luhut.

Luhut juga menekankan bahwa Jokowi selalu mendoakan kesuksesan pemerintahan Prabowo.

"Beliau berharap dan berdoa untuk sukses pemerintahan Presiden Prabowo," tambahnya.

Luhut memberikan apresiasi atas harapan dan doa yang disampaikan Jokowi, menilai bahwa itu merupakan pesan yang sangat positif.

Sindiran Luhut ke Pengamat

Pada Hari Raya Idul Fitri 2025, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, tak ingin ketinggalan untuk ikut merayakannya, dengan memberikan pesan menohok ke masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan, juga mengirimkan pesan untuk seluruh masyarakat.

Luhut berpesan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga budaya santun, terutama ketika mengkritik pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Senin (31/3/2025).

Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Pandu Sjahrir yang Bakal jadi CIO Danantara, Keponakan Luhut Pandjaitan

"Saya hanya titip satu di bulan Ramadhan ini yang selesai hari inilah, selesai ya. Kita semua supaya memelihara budaya santunnya, ramah-tamahnya Indonesia," kata Luhut.

Luhut menekankan pentingnya menjaga sopan santun dalam demokrasi.

"Demokrasi itu betul, tapi jangan demokrasi itu jadi merusak budaya sopan santun kita. Berbicara, berbahasa dan tidak menghormatin orang-orang yang sudah berkarya buat negeri ini," ujarnya.

Selain itu, Luhut menyatakan kesiapannya untuk membela Jokowi, mengingat dirinya merupakan saksi dari perjalanan pemerintahan Jokowi selama dua periode.

Baca juga: Pelaksanaan Kenaikan Tarif PPN 12 Persen Hampir Pasti Ditunda, Luhut Ungkap Alasannya

"Kemudian berburuk sangka dengan cepat. Saya kan pembantu Presiden Jokowi selama 10 tahun, saya saksi hidup," jelasnya.

Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi ini juga mengkritik sejumlah pengamat yang dianggapnya berbicara tanpa data, yang dapat mempersulit pemerintahan Prabowo Subianto.

"Saya harus katakan ini agak keras sedikit karena menurut saya sudah ada terlalu banyak kita enggak keluar koridor yang pengamat-pengamat yang tanpa data yang jelas membuat keruh. Itu mempersulit pemerintahan Presiden Prabowo," tegasnya.

Luhut juga memberikan contoh mengenai program makan bergizi gratis yang sedang berjalan dan memerlukan waktu untuk implementasi yang baik.

Baca juga: Disebut akan Gantikan Luhut Jadi Menko Marves, Ini Alasan Muhaimin Iskandar Mau Jadi Menteri Prabowo

"Seperti makan bergizi, ada yang mengkritik sana-sini. Sekarang kan belum mulai jalan. Kan itu perlu waktu. Dan hasil studi kami ini studi kajian yang dilakukan oleh ahli kemiskinan Profesor Arif Ansori, ini program yang sangat baik sekali. Jadi jangan kita terus torpedo apa karya-karya bagus yang baru dimulai," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya menghormati karya-karya baik dari Presiden sebelumnya.

"Jadi juga karya-karya bagus yang dibuat oleh Presiden pendahulunya Pak Presiden Prabowo, kita harus hormatin juga. Itulah budaya Indonesia. Kita harus kompak semua bangsa ini karena masalah yang dihadapi bangsa Indonesia ini masalah yang rumit dan kompleks karena global masalahnya begitu," tuturnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Luhut Binsar Pandjaitan Bongkar Isi Pembicaraan dengan Jokowi di Solo, Singgung Pemerintahan Prabowo.

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved