Berita Bontang Terkini
Kampung Wisata Bontang Kuala Ramai Dikunjungi saat Libur Lebaran, Pedagang: Tidak Ada Pengaruhnya
Kampung Wisata Bontang Kuala Kalimantan Timur ramai dikunjungi saat libur Lebaran, pedagang sebut tidak ada pengaruhnya terhadap omzet.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Libur Lebaran 2025 diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, utamanya bagi pedagang.
Salah satunya adalah Sulis, pemilik "Kios Yuyun" yang menjajakan oleh-oleh khas Bontang seperti terasi, ikan kering, dan agar-agar rumput laut di Kampung Wisata Bontang Kuala.
Namun, keinginan mendapatkan keuntungan lebih pada libur Lebaran 2025 tinggal harapan.
Meskipun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kampung Wisata Bontang Kuala meningkat drastis, omzet dagangannya tetap lesu.
Baca juga: Revitalisasi Kampung Wisata Bontang Kuala Berlanjut, Diusulkan Rp 6 Miliar Lengkapi Fasilitas
Lanjut Sulis membeberkan jika lonjakan wisatawan pada tahun-tahun sebelumnya berdampak langsung pada peningkatan penjualan, namun tahun ini justru sebaliknya.
"Biasa saja, tidak ada pengaruhnya. Sama saja seperti libur biasa," ucapnya saat ditemui di kiosnya, Jumat (4/4/2025).
Ia mengatakan untuk mendapatkan Rp200 ribu dalam sehari terasa sulit.
Padahal, harga produknya relatif terjangkau misalnya terasi dan agar-agar dijual dalam kemasan isi lima hingga sepuluh dengan harga Rp 5-10 ribu
Sementara ikan bawis dalam kemasan mika kecil dihargai Rp10 ribu dan ukuran lebih besar Rp20 ribu.
"Tetap ada yang beli tapi sedikit. Kadang cuma dapat Rp100 ribu. Kalau sepi, bisa berminggu-minggu tidak ada yang beli," ujarnya.
Baca juga: Renovasi Pelataran Kampung Wisata Bontang Kuala Hampir Rampung, Ditargetkan Selesai 13 Desember
Pantauan TribunKaltim.co di Bontang Kuala, jumlah wisatawan cukup tinggi.
Parkiran kendaraan dan kawasan kuliner tampak ramai oleh pengunjung yang menikmati suasana pesisir, berfoto di dermaga, atau mencicipi hidangan khas laut.
Namun, geliat ekonomi di sektor oleh-oleh justru tak seramai tahun sebelumnya.
Menurutnya, beberapa faktor diduga memengaruhi kondisi ini, mulai dari perubahan kebiasaan wisatawan yang lebih memilih pengalaman wisata dibanding belanja, hingga kemungkinan meningkatnya harga kebutuhan pokok yang membuat wisatawan lebih selektif dalam pengeluaran mereka.
Meski demikian, Sulis tetap berharap situasi ini membaik di hari-hari libur berikutnya.
"Mungkin nanti kalau akhir pekan lebih ramai yang belanja," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250404_pengunjung-berbelanja-di-pusat-oleh-oleh-Kampung-Wisata-Bontang-Kuala.jpg)