Berita Balikpapan Terkini
Hari ke-3 Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Teritip Balikpapan, Basarnas Bagi 4 SRU
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan, dalam pencarian tersebut, dibagi menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU
Penulis: Ardiana | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pencarian nelayan yang hilang dalam kecelakaan laut, bernama Johan Hartani (40), di Perairan Teritip, Pantai Tanjung Bayur, Balikpapan Selatan memasuki hari ke-3.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita mengatakan, dalam pencarian tersebut, dibagi menjadi 4 Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 melakukan pencarian di sektor 1 dengan luas area pencarian 47 NM2, menggunakan Perahu Warga.
Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian di sektor 2 dengan luas area pencarian 42 NM2, menggunakan RBB TNI AL Balikpapan.
Baca juga: Razia Gabungan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, 186 Barang Terlarang Diamankan
Selain itu, SRU 3 melakukan pencarian di sektor 3 dengan luas area pencarian 42 NM2, menggunakan RBB Basarnas, serta SRU 4 melakukan pencarian di sektor 4 dengan luas area pencarian 43 NM2, menggunakan Speed Boat BPBD Balikpapan.
"Pencarian dilakukan ditengah cuaca Berawan, dengan kecepatan rus 0.2 Kts dan kecepatan angin 4 Kts dari utara. Tinggi ombak mencapai 0,2 meter dan jarak pandang 10 km," ungkapnya, Minggu (6/4/2025).
Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (4/4/2025) malam, tepatnya pukul 20.30 wita. Korban hilang setelah kapal yang ditumpangi mengalami kecelakaan di perairan Teritip, sekitar 3 kilometer dari bibir pantai.
Informasi hilangnya nelayan tersebut diterima Kantor SAR Balikpapan dari rekan korban, Ismail (40), yang berhasil selamat.
Berdasarkan keterangan korban selamat, saat itu mereka sedang memancing di Peraihan Teritip, tepatnya di pesisir Pantai Tanjung Bayur.
"Saat sedang memancing, korban tiba-tiba terjatuh dari kapal. Ismail berusaha menolong korban dengan melemparkan jeriken, namun tidak dapat dijangkau korban, hingga korban tenggelam," tambahnya.
Sementara itu, Ismail sempat terombang-ambing di kapal, sebelumnya akhirnya dievakuasi oleh nelayan setempat dalam keadaan selamat.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan satu tim untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian," pungkas Endrow.
Hingga berita ini ditulis, tim penyelamat masih belum menemukan Johan di lokasi pencarian tersebut. (*)
| Harga Plastik di Balikpapan Naik hingga 2 Kali Lipat, Pedagang Keluhkan Penjualan Turun 50 Persen |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Pedagang Balikpapan Desak Pemerintah Sidak Distributor |
|
|---|
| Keluhan Pekerja Pengerukan Bendali Wika Balikpapan, Lumpur Encer dan Rata Kangkung |
|
|---|
| Penurunan Angka Stunting, Petrosea dan Puskesmas Kariangau Balikpapan Gelar Program Tas Batik Emas |
|
|---|
| Kuliah Jarak Jauh Mahasiswa ITK Balikpapan Tuai Pro-Kontra, Efektif tapi Picu Kejenuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250406_pencarian-nelayan-yang-hilang.jpg)