Jumat, 17 April 2026

Berita Nasional Terkini

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Makin Mendekati Zaman Krisis Moneter, Ini Kata Bank Indonesia

Nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati level terendah sejak krisis moneter 1998.

Editor: Heriani AM
Warta Kota/Henry Lopulalan
NILAI TUKAR DOLLAR - Suasana pertukaran uang PT Ayu Masagung Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati level terendah sejak krisis moneter 1998. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati level terendah sejak krisis moneter 1998.

Ya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS  pada pekan ini mengalami tekanan, hingga sempat menyentuh level terendah sejak krisis moneter pada 1998.

Bank Indonesia buka suara soal nilai tukar Rupiah yang menyentuh angka terendah sejak 1998.

Baca juga: Rupiah Melemah Dekati Level Krisis Moneter 1998, Airlangga Hartarto Sebut hanya Bersifat Sementara

Meskipun nilai tukar rupiah terus melemah hingga mendekati level terendah sejak krisis moneter 1998.

Namun, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan situasi 1998.

Pada perdagangan Selasa (25/3/2025), rupiah ditutup di level Rp 16.622 per dollar AS

Angka ini hampir menyentuh level terendah dalam sejarah, yaitu Rp 16.900 per dollar AS pada 17 Juni 1998.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M. Juhro, menegaskan pelemahan rupiah saat ini terjadi secara bertahap, tidak seperti krisis 1998 ketika rupiah anjlok tajam dalam waktu singkat.

"Kalau kita simpulkan, apakah kondisi saat ini masih jauh dari 1998? Saya berani afirmasi, ini masih jauh," ujarnya dalam Taklimat Media di Jakarta, Rabu (26/3/2025).

Baca juga: Rupiah Anjlok, Terendah sejak Krisis 1998, yang Rugi Masyarakat karena Kebutuhan Hidup Makin Mahal

Perbedaan Kondisi Sekarang dan 1998

Pada 1998, rupiah terjun bebas dari di bawah Rp 10.000 per dollar AS langsung ke level Rp 16.000 per dollar AS dalam waktu singkat.

Saat ini, depresiasi rupiah terjadi secara bertahap sejak berada di level Rp 15.000 per dollar AS.

Selain itu, krisis 1998 juga disertai dengan kerentanan ekonomi yang tidak dapat dimitigasi oleh pemerintah, menyebabkan resesi. Saat itu, cadangan devisa Indonesia hanya sekitar 20 miliar dollar AS.

Kini, kondisi lebih terkendali dengan cadangan devisa mencapai 154,5 miliar dollar AS per akhir Februari 2025.

"Dulu, kerentanan di sektor keuangan dan utang tidak teridentifikasi dengan baik. Sekarang BI dan pemerintah sudah memiliki mekanisme lebih kuat untuk mendeteksi potensi pelemahan ekonomi," jelas Solikin.

Baca juga: Rupiah Melemah Dekati Level Krisis Moneter 1998, Airlangga Hartarto Sebut hanya Bersifat Sementara

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Secara makroekonomi, Indonesia masih berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan 1998.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved