Senin, 27 April 2026

Paskah 2025

Terbaru! Tata Cara Misa Kamis Putih Katolik 2025 Hari Ini dan Durasi, Cek Bahasa Inggris Kamis Putih

Ini tata cara Misa Kamis Putih Katolil 2025 hari ini dan durasi Misa Kamis Putih, cek juga bahasa Inggris Kamis Putih.

Editor: Doan Pardede
Tribun Kaltim/Niko Ruru
KAMIS PUTIH 2025 - Misa Kamis Putih di Gereja Katolik Paroki Santo Gabriel, Kamis (29/3/2018) malam. Inilah tata cara Misa Kamis Putih Katolil 2025 hari ini dan durasi Misa Kamis Putih, cek juga bahasa Inggris Kamis Putih. 

U  : Syukur kepada Allah.  

Baca juga: 35+ Ucapan Paskah yang Sederhana dan Bemakna, Jadikan Caption di Medsos atau Bagikan ke Grup WA!

09. BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 13:34)  

P : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal 

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal 

P : Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, * seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi. 

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal 

10. INJIL (Yoh. 13:1-15)  

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.  1Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.  4Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubahNya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak 
membasuh kakiku?" 7Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8Kata Petrus 
kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat 
bagian dalam Aku." 9Kata Simon Petrus kepadaNya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 10Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih."  12Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempatNya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu 
itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 

P : Demikianlah Injil Tuhan.   

U  : Terpujilah Kristus.  

11. PEMBASUHAN KAKI [Fakultatif/Tidak Wajib]   duduk 

Dua belas orang yang telah ditentukan sebelumnya dipersilakan mengambil tempat di bagian depan. Pemimpin didampingi oleh Pemandu lainnya membasuh kaki mereka dibantu oleh misdinar atau ajuda yang membawa air dan kain pengering. Sementara itu dinyanyikan lagu-lagu yang mengungkapkan cinta persaudaraan, misalnya: PS 497, 498, MB 402, Yubilate: 492, dst. 

12. RENUNGAN KATOLIK

Peristiwa perjamuan akhir menjadi peristiwa yang amat bermakna bagi para murid Yesus dan bagi kita sekalian. Dalam perjamuan ini Yesus meninggalkan kenangan yang tidak dapat dilupakan, yaitu Yesus membasuh kaki para murid sebagai simbol saling melayani. Mari kita ambil satu dua hikmah dari peristiwa ini untuk kehidupan kita. Pertama, Yesus menanggalkan jubah dan memakai sehelai kain lenan untuk membasuh kaki. Tindakan Yesus ini amat bermakna. Jubah merupakan bagian terluar dari pakaian yang dipakai untuk menutupi tubuh. Jubah ini biasanya merupakan satu tenunan yang dilubangi di bagian kepala dan lengan. Ia memiliki fungsi untuk melindungi orang dari panas dan debu. Jubah dapat pula menunjukkan kelas atau status sosial. Pada malam hari, jubah bisa dipakai juga sebagai selimut. Jubah hanya bisa ditanggalkan ketika orang hendak bekerja. Dengan ini, kita tahu bahwa jubah memiliki fungsi yang penting dalam hidup seseorang. Kali ini Yesus menanggalkan jubahnya dan menggantikannya dengan sehelai kain lenan, sebagai simbol Ia menanggalkan statusnya untuk menjadi seorang pelayan yang bekerja mencuci kaki tuannya. Inilah simbol kerendahan hati seorang Guru dan Tuhan.  Kita pun dapat belajar dari kisah ini. Seringkali kita takut kotor untuk melayani sesama kita. Kita tidak mau status kita menjadi lebih rendah atau direndahkan. Kita ingin tetap mempertahankan jubah kita dan tidak rela mengikat kain lenan untuk melayani sesama. Yesus mengajarkan kita untuk rela melayani sesama. Status, jabatan atau kehormatan yang ada pada kita itu muncul kemudian. Ia ada atau diberikan kemudian untuk melayani kebersamaan. Mari kita berusaha untuk tidak membungkus diri kita dengan jubah status sosial kita, jubah ketakutan kita akan menjadi kotor, jubah kemapanan dan tidak peduli dengan orang lain. Lalu, mari kita layani sesama dengan hati yang rela bersama Yesus.  Kedua, perjamuan dan cuci kaki. Yang menarik adalah Yesus mencuci kaki para murid di saat mereka sedang makan bersama. Kita bisa membayangkan situasinya bahwa mereka semua sedang menikmati santapan, lalu Yesus datang ke hadapan masing-masing mereka, menarik kaki mereka dan mencuci kaki mereka. Sudah tentu para murid keheranan, karena pembersihan diri semestinya dilakukan sebelum perjamuan, terutama kalau kita menyadari bahwa mereka makan dengan memakai tangan. Namun, itulah yang diperbuat Yesus. Dia tidak merasa terhina, kotor atau jijik dengan mencuci kaki mereka di tengah perjamuan. 
Konsentrasinya hanyalah satu, yaitu agar mereka mengerti bahwa pelayanan-Nya dilakukan dengan sepenuh hati.  Kita pun belajar dari tindakan Yesus ini, yaitu pelayanan itu bisa dilakukan kapan saja. Ketika ada kesempatan untuk melayani, kita mesti tergerak hati untuk berbuat. Mungkin banyak dari antara kita yang menjadi pengamat aktif daripada pemain aktif dalam melayani kehidupan sesama. Kita mungkin lebih suka menikmati perjamuan kita daripada harus melepaskan jamuan kita dan membersihkan kaki sesama yang berlumpur. Bisa jadi kita bertetangga dengan orang yang susah atau yang menderita. Tetapi kita menutup mata terhadap mereka, karena itu adalah urusan mereka. Yesus mengajak kita untuk terlibat. Ketika orang lain atau sesama kita yang menderita dan membutuhkan bantuan kita, kita tidak bisa hanya menjadi pengamat, melainkan terlibat dalam membantu mereka. Cinta dan pelayanan hanya dapat dibuktikan dalam karya yang nyata. Tuhan memberkati.   

13. HENING   

14. SYAHADAT   

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

15. DOA UMAT   

P : Saudara-saudari terkasih, dengan pengantaraan Yesus yang hadir di sini, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa di surga.  

P : Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam. Kita mohon kepada Allah Bapa agar Ia mencurahkan Roh cinta kasih-Nya kepada Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam, supaya mereka dapat menunaikan tugas pelayanan dengan penuh cinta kasih.Marilah 
kita mohon….

P : Bagi mereka yang diserahi tanggung jawab Semoga semua orang yang diserahi tanggung jawab terhadap kesejahteraan umum diterangi oleh Roh Allah. Semoga berkat penerangan Roh Allah, mereka sanggup melaksanakan tugas pelayanannya dalam cinta kasih tanpa pamrih. Marilah kita mohon…. 

P : Bagi mereka yang menderita. Kita berdoa bagi mereka yang menderita akibat penindasan, kemiskinan, penyakit dan bencana alam. Semoga mereka mendapatkan perhatian, bantuan perawatan dan pengobatan yang memadai dari sesamanya, dijiwai oleh cinta kasih. Marilah kita mohon…. 

P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita juga memohon rahmat Tuhan, agar kita semua yang berkumpul di sini, menyadari bahwa kebesaran seorang kristiani terletak pada pelayanannya. Semoga persaudaraan kita sebagai umat beriman semakin nyata dalam sikap saling memaafkan dan tidak mudah terbawa oleh hasutan yang menyesatkan. Marilah kita mohon…. 

P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 

U : Amin 

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.  

17. DOA PUJIAN   

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]

P : Saudara-saudari terkasih, Allah sangat mengasihi kita. Bagi kita, yang sedang berziarah di dunia ini, Ia menyediakan Tubuh dan Darah Putra-Nya sebagai makanan dan minuman sejati. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia.   

Terpujilah Engkau di surga. 

U : Terpujilah Engkau di surga. 

P : Ya Bapa, Tubuh Kristus adalah sungguh makanan, dan Darah-Nya adalah sungguh minuman. Siapa saja yang menyambut-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maka kami memuji Engkau: 

U : Terpujilah Engkau di surga. 

P : Karena dengan menyambut Tubuh Kristus kami dikuatkan; dengan meminum Darah Kristus, kami dimurnikan. Maka kami memuji Engkau: 

U : Terpujilah Engkau di surga. 

P : Dengan menghidangkan Tubuh dan Darah Kristus, Engkau telah menghimpun semua orang beriman menjadi satu tubuh, yakni Tubuh Kristus. Maka kami  memuji Engkau: 

U : Terpujilah Engkau di surga. 

P : Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menyerahkan diri-Nya seutuh-utuhnya dalam rupa roti dan anggur. Dengan itu, Ia menunjukkan penyerahan diri yang ikhlas bagi kami. Maka kami memuji Engkau: 

U : Terpujilah Engkau di surga. 

P : Ya Bapa, kami bersyukur karena Yesus, Imam Agung, telah memercayakan tugas keimamatan-Nya kepada para uskup, dan para imam, maka bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci…., Bapa Uskup…., dan Pastor Paroki kami…., kami melambungkan madah pujian bagi-Mu sambil berseru:  

(Umat menyanyikan Lagu Pujian yang sesuai, misalnya “Santapan Peziarah” PS 434). 

Menyusul RITUS KOMUNI. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).   

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari separoki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

19A. BAPA KAMI      

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 

U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan  terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 

P : Tubuh Kristus. 

U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

19B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 

U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Dapat dilaksanakan Salam Damai.   

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 

Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari  yang berada paling dekat saja. 

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:   

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh.15:3-4).  [hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurangkurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hatidengan mengatakan:   

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.   

U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

- Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.   

- Lalu diberi saat hening secukupnya.   

- Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu yang berhubungan dengan tema KASIH, atau lagu AKU RINDU AKAN TUHAN (Ps 423). 

21. MENDOAKAN JIWA KRISTUS  

Jiwa Kristus, kuduskanlah kami. Tubuh Kristus, selamatkanlah kami. Darah Kristus, sucikanlah kami. Air lambung Kristus, basuhlah kami. Sengsara Kristus, kuatkanlah kami. Yesus yang murah hati, luluskanlah doa kami. Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami. Janganlah aku dipisahkan, dari pada-Mu Tuhan. 

Terhadap seteru yang curang, lindungilah kami. Di waktu ajal, terimalah kami. Supaya bersama para Kudus,  kami memuji Engkau untuk selama-lamanya. Amin.  

22. MENYANYIKAN BERSAMA LAGU “BAHASA CINTA “ 

23. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, peristiwa pembasuhan kaki dan penyerahan diri Yesus secara utuh dalam rupa roti dan anggur, telah kita rayakan. Hari ini dapat kita katakan sebagai hari ulang tahun Ekaristi, hari ulang tahun imamat, bahkan juga hari ulang tahun perkawinan, karena perkawinan adalah sakramen cinta kasih. Mari kita bergembira karena pengudusan hidup kita dalam Dia.

24. DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa,  Ya Bapa di surga, kami memuji Engkau, karena kami Engkau 
perkenankan ikut serta dalam mengenangkan Perjamuan Paskah Yesus Kristus, Guru dan Tuhan kami. Semoga karena perayaan misteri kudus ini, kami semakin terdorong untuk mengamalkan perintah baru yang diberikan-Nya kepada kami, yakni mengasihi sesama seperti Dia telah mengasihi kami. Semoga sesudah hidup dengan penuh cinta kasih di dunia ini, kami kelak berbahagia dalam perjamuan abadi di surga.   Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.   

U : Amin 

25. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  [hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.   

P : Perayaan Sabda mengenangkan Perjamuan Akhir Tuhan kita ini sudah selesai.   

U  : Syukur kepada Allah.  

26. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi cinta-Nya dengan saling melayani.   

U  : Amin.  

27. LAGU PENUTUP (kgg).

Jadwal lengkap Misa Kamis Putih 2025 di Katedral Jakarta

16.00 WIB – offline

18.30 WIB – offline dan online

21.00 WIB - offline

Selain itu, Gereja Katedral juga mengadakan Tuguran, yakni doa dan adorasi Sakramen Mahakudus yang berlangsung setelah misa Kamis Putih dalam dua sesi: 21.00 WIB dan 23.00 WIB.

LINK

Itulah tadi tata cara Misa Kamis Putih Katolik 2025 hari ini dan durasi Misa Kamis Putih, cek juga bahasa Inggris Kamis Putih.

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved