Kamis, 4 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Bagaimana Cara Menjadi Paus, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia

Paus merupakan pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia yang berkedudukan di Vatikan. 

Tayang:
Editor: Nisa Zakiyah
catholicnewsagency.com
CARA MENJADI PAUS - Foto yang menunjukkan saat Paus Fransiskus merayakan malam natal. Paus merupakan pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia yang berkedudukan di Vatikan.  

Pintu-pintu kapel dikunci dan setiap hari dilakukan penyisiran guna memastikan tidak ada alat penyadap.

Di dalam Kapel Sistina, kertas akan dibagikan kepada kardinal untuk menuliskan nama kandidat pilihannya.

Tanpa ada kandidat, setiap kardinal langsung memberikan suara dengan mencantumkan pilihan masing-masing.

Namun, kardinal tidak diperkenankan menulis namanya sendiri.

Setelah selesai, kardinal berbaris berdasarkan urutan senioritas menuju altar guna menempatkan kertasnya ke sebuah cawan besar.

Suara kemudian dihitung dan hasilnya dibacakan.

Apabila seorang kardinal mendapatkan dua pertiga suara, maka bisa dinobatkan sebagai paus yang baru.

Jika paus baru belum terpilih, mengingat tidak ada kandidat kuat yang ditetapkan, pemungutan suara dapat berlangsung empat kali dalam sehari hingga didapat angka dua pertiga suara.

Karena kerahaasiaan konklaf, masyarakat hanya dapat mengetahui jalannya pemilihan dari cerobong asap di Kapel Sistina.

Apabila pemungutan suara belum mendapatkan paus terpilih, Kapel Sistina akan mengeluarkan asap hitam dari pembakaran kertas suara para kardinal.

Sebaliknya, bila pemungutan suara telah mendapatkan kandidat terpilih, asap putih akan menyiarkan kabar gembira tersebut. 

Tidak ada cara komunikasi selain asap yang diizinkan selama proses pemilihan paus baru.

Sekitar 30 atau 60 menit setelah asap putih, paus yang baru akan keluar dari balkon untuk menyapa rakyat dan memanjatkan doa.

Upacara penobatannya akan digelar beberapa hari setelah pemilihan di Basilika Santo Petrus. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Persyaratan Menjadi Paus?"

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved