Berita Berau Terkini

Inilah Harga Gabah dan Jagung yang Dibeli oleh Bulog dari Petani Berau Kaltim 

Bulog Berau menargetkan tahun ini akan menyerap jagung pipil kering dari para petani di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
HO/DTPHP Berau
SERAP JAGUNG BERAU - Kegiatan panen jagung di salah satu kampung di Berau. Perum Bulog Berau menargetkan tahun ini akan menyerap jagung pipil kering dari para petani di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (25/4/2025). (HO/DTPHP Berau) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Selain fokus pada penyerapan gabah, Perum Bulog Berau menargetkan tahun ini akan menyerap jagung pipil kering dari para petani di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur

Langkah ini menyasar sejumlah daerah sentra produksi jagung, salah satunya di Kecamatan Talisayan yang selama ini dikenal sebagai wilayah penghasil jagung terbesar di Kabupaten Berau. 

Kepala Perum Bulog Berau, Lucky Ali Akbar, mengatakan penyerapan dua komoditas tersebut merupakan bagian dari program nasional yang ditetapkan pemerintah.

Untuk mendukung stabilisasi harga dan meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah telah menetapkan harga acuan pembelian gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram dan jagung pipil kering Rp 5.500 per kilogram.

Baca juga: Harga Gabah di Penajam Paser Utara Kerap Dimainkan Tengkulak, Kuota Pupuk Subsidi Berkurang

“Ini harga patokan dari pemerintah dan berlaku secara nasional. Bukan hanya untuk Bulog, tapi juga pengusaha swasta diharapkan mengikuti harga ini agar petani tidak dirugikan,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (24/4/2025).

Apalagi di daerah seperti Talisayan, harga jagung selama ini cenderung di bawah Rp5.000 per kilogram.

Dengan adanya kebijakan ini, ia berharap bisa memotivasi petani untuk meningkatkan produksi jagung.

Karena harga yang ditetapkan cukup kompetitif dibanding harga pasaran lokal sebelumnya.

"Biasanya di Talisayan itu cuma sekitar Rp 4.700 sampai Rp 4.800 per kg. Jadi harga Rp 5.500 itu sebenarnya sudah cukup menarik dan jadi pemacu semangat petani untuk menanam,” jelasnya.

Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Polres Berau Panen Jagung di Sei Bebanir Bangun 

Ia juga menyampaikan, untuk menyukseskan program ini, Bulog Berau terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari sektor BUMK maupun swasta.

Saat ini, memang Bulog telah menjalin kerja sama dengan beberapa BUMK, dan pihak swasta.

Di sisi lain, ia menilai perlu adanya peningkatan infrastruktur pascapanen, khususnya untuk komoditas gabah dan beras, agar penyerapan bisa berjalan maksimal.

“Kalau dari sisi potensi produksi, sebenarnya kita luar biasa. Tapi kami berharap infrastruktur pascapanennya juga ditingkatkan agar hasilnya tidak banyak terbuang,” tandasnya.

Besar harapan ke depan upaya ini tak hanya menjaga ketahanan pangan daerah, tetapi juga benar-benar membawa manfaat ekonomi bagi para petani lokal di Berau. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved