Selasa, 14 April 2026

Berita Paser Terkini

Bulog Paser Serap 5.000 Ton Gabah Kering Milik Petani dari Kabupaten Paser dan PPU

Hingga kini serapan GKP sudah mencapai 5.000 ton, meliputi 700 ton di Kabupaten Paser dan 4.300 ton di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
PENYERAPAN GKP - Kepala Bulog Kantor Cabang (Kanca) Paser, Muhammad Mukhlis menerangkan terkait penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di dua Kabupaten Paser dan PPU, Rabu (23/4/2025). Penyerapan GKP milik petani sudah mencapai 5.000 ton pada 2 kabupaten. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Bulog Kantor Cabang (Kanca) Paser mulai melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) pada 2 kabupaten.

Hingga kini serapan GKP sudah mencapai 5.000 ton, meliputi 700 ton di Kabupaten Paser dan 4.300 ton di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Bulog Paser, Muhammad Mukhlis mengatakan penyerapan GKP milik petani masih terus dilakukan di dua kabupaten.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Belum Dilaksanakan di Paser Kaltim, Disdikbud Beberkan Penyebabnya

"Penyerapan kami lakukan secara simultan, sudah ada tim yang kami bentuk mulai dari yang bertugas di lapangan maupun bagian keuangan untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani di daerah," terang Mukhlis di Tanah Grogot, Rabu (23/4/2025).

GKP yang dibeli ke petani dihargai Rp6.500 per kilogramnya, sebagaimana ketentuan yang diterapkan oleh pemerintah.

"Harga tersebut memberi dampak positif terhadap petani kita, itu bisa kami lihat saat melakukan penyerapan. Apalagi gabah yang kami serap, langsung dibayarkan ke petani tanpa perantara," tambahnya.

Untuk wilayah Kabupaten Paser, 700 ton GKP yang diserap oleh Bulog mencakup pada 4 kecamatan, termasuk diantaranya Kecamatan Tanah Grogot.

Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan masuknya musim panen, yang ditaksir bisa sampai 2.500 ton.

"Trendnya terus meningkat, sebenarnya sudah melebihi target serapan. Kami ditarget itu cuman 1.500 ton setara beras, kalau dikalkulasikan di dua kabupaten maka serapan kita sudah 5.000 ton gabah kering," ulas Mukhlis.

Dalam proses penyerapan, Bulog Kanca Paser juga melibatkan Babinsa beserta para PPL dari Dinas Pertanian.

Mereka nantinya akan menginformasikan jika hasil panen petani sudah siap untuk diserap, dan dari Bulog Kanca Paser akan membawa tim yang menimbang maupun tim survei kualitas ke lokasi.

"Kami bawa tim survei kualitas itu hadir sebagai pihak independen dan agar ada edukasi juga ke petani seperti apa GKP yang diinginkan pemerintah, karena akan dijadikan sebagai cadangan pangan pemerintah," tandas Mukhlis.

Untuk diketahui, penyerapan GKP yang dilakukan oleh Bulog Kanca Paser sebagai langkah mendukung program Asta Cita sekaligus mewujudkan swasembada pangan di daerah. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved