Berita Internasional Terkini
Di Ambang Perpecahan, India Akan Serang Pakistan Dalam 24 Jam, Ini Alasannya
Pakistan telah mengeluarkan peringatan India mungkin akan melancarkan serangan militer ke negaranya dalam 24 jam ke depan tengah disorot
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa India mungkin mulai membuka ruang bagi penggunaan nuklir secara lebih fleksibel, meskipun belum secara resmi mengubah doktrinnya.
Di sisi lain, Pakistan secara eksplisit menolak untuk menganut kebijakan NFU.
Strategi nuklir Pakistan dikenal dengan istilah "Full Spectrum Deterrence", yang mengizinkan penggunaan senjata nuklir bahkan untuk merespons ancaman militer konvensional berskala besar, bukan hanya serangan nuklir.
Pendekatan ini mencerminkan kekhawatiran Islamabad atas dominasi militer India di Asia Selatan.
3. Sistem Peluncuran Nuklir India Lebih Canggih dan Beragam
Perbedaan signifikan lainnya terletak pada sistem peluncuran senjata nuklir yang dimiliki masing-masing negara.
India memiliki infrastruktur peluncuran yang lebih matang dan beragam, termasuk peluncuran dari darat, udara, dan laut.
India mengoperasikan rudal balistik seperti Agni-V, yang memiliki jangkauan lebih dari 5.000 kilometer dan mampu menjangkau wilayah manapun di Tiongkok atau bahkan sebagian besar kawasan Timur Tengah.
Selain itu, India juga memiliki kapal selam nuklir kelas Arihant, yang memungkinkan peluncuran dari bawah laut—salah satu komponen penting dalam strategi second-strike capability.
Sementara itu, Pakistan mengandalkan sistem rudal seperti Shaheen-III, yang memiliki jangkauan hingga 2.750 kilometer.
Negara ini juga sedang mengembangkan sistem peluncuran berbasis laut, namun sejauh ini masih berada dalam tahap uji coba atau pengembangan awal.
Hal ini menunjukkan bahwa dari sisi teknologi dan kesiapan peluncuran, India sedikit lebih unggul dibandingkan Pakistan.
4. Ketegangan Kashmir Picu Potensi Konflik Nuklir
Sengketa atas wilayah Kashmir terus menjadi sumber utama ketegangan antara India dan Pakistan, dan seringkali menjadi latar belakang konfrontasi militer kedua negara.
Baru-baru ini, serangan di wilayah Kashmir yang dikuasai India menewaskan sedikitnya 26 wisatawan, yang langsung dituding New Delhi sebagai ulah kelompok militan yang didukung Pakistan.
| AS Luncurkan Rudal Tomahawk dari Filipina, China Sebut Provokatif |
|
|---|
| Update Hantavirus Kapal Pesiar: 140 Orang Masih Terjebak dan 3 Tewas, Perlu Diwaspadai di Indonesia? |
|
|---|
| AS Batal Tempatkan Rudal Tomahawk di Jerman, Kanselir Friedrich Merz: Agak Dilebih-lebihkan |
|
|---|
| Jerman Rajai Ekspor Limbah Plastik Dunia Tahun 2025, Indonesia Jadi Salah Satu Tujuan Utama |
|
|---|
| Di Markas PBB, China Desak Jepang Tolak Senjata Nuklir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250501_Menteri_Informasi_Pakistan_Attaulah_Tarar.jpg)