Berita Viral
Curhat Gubernur Kaltim Rudy Masud soal Jalan Aspal di Daerahnya, Dedi Mulyadi Respons Begini
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud curhat soal kondisi jalan di daerahnya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Penulis: Nisa Zakiyah | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud curhat soal kondisi jalan di daerahnya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Curhatan tersebut disampaikan saat Gubernur Kaltim Rudy Masud bersilaturahmi ke kediaman Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, belum lama ini.
Dalam silaturahmi penuh keakraban itu, Rudy Masud mengaku banyak belajar dari Dedi Mulyadi yang merupakan sahabat lamanya sejak sama-sama duduk di DPR RI.
Salah satu yang diceritakan adalah kondisi jalan di Kalimantan Timur.
Rudy mengakui masih banyak jalan di kabupaten/kota di Kaltim yang menjadi permasalahan serius dan perlu penanganan khusus.
Namun, persoalannya kata dia, sebagian jalan ini statusnya adalah jalan nasional, sehingga harus menjadi prioritas Kementerian PUPR.
"Persoalannya PU ini sekarang anggarannya kan terbatas, dipotongnya kan banyak sekitar triliun kali. Itu kan lebih dari Rp 80 triliun, sehingga mungkin sulit ini dari sisi politis karena penduduknya (Kaltim) sedikit," jelas Rudy Masud, dikutip dari channel YouTube Dedi Mulyadi, Senin (5/5/2025).
Baca juga: Dedi Mulyadi Beri 3 Pujian untuk Rudy Masud, Sebut akan Kerja Sama dengan Gubernur Kaltim
Selain itu, Rudy Masud mengungkapkan berdasarkan pemahamannya tentang sumber daya alam dan lingkungan Kalimantan Timur, kondisi tanah di wilayah itu cenderung labil.
Hal ini menjelaskan mengapa kegiatan pertambangan tidak dilakukan secara bawah tanah (underground), melainkan terbuka (open pit) karena risiko keruntuhan yang tinggi.
"Yang kedua, jalan yang dibangun masih menggunakan sistem aspal, padahal jalan kita labil. Maka tidak ada kegiatan pertambangan di sana yang sistemnya underground. Semuanya open fit karena pasti runtuh," ungkap Rudy Masud.
Di sisi lain, Kalimantan Timur kata Rudy merupakan wilayah dengan banyak perairan.
Daerah seperti Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Berau, dan Paser didominasi oleh daerah aliran sungai yang tersebar di mana-mana.
Belum lagi curah hujan yang sangat tinggi, mendukung suburnya perkebunan kelapa sawit karena ketersediaan air dan sinar matahari yang memadai.
Baca juga: Dedi Mulyadi Akui Rudy Masud Sahabatnya di Golkar, KDM Luruskan Gubernur Kaltim Sedang Memuji
Menurut Rudy, kondisi tanah yang didominasi tanah lempung yang lembek dan rentan tergenang saat pasang air sungai, ditambah curah hujan tinggi, menyebabkan penggunaan aspal menjadi tidak sesuai untuk jalan-jalan di Kaltim.
"(Solusi jalan) itu dia harus dibeton, karena musuhnya aspal ini. Nah, beton persoalannya mahal," ungkap Rudy Masud.
| Viral Penemuan GPS PBX Finder di Mobil Tiyo Ardianto, Begini Cara Kerja dan Analisis Ahli Rental |
|
|---|
| Viral Mobil Terobos Palang Kereta di Jalan Layur Semarang, KAI Minta Pengemudi Ditindak |
|
|---|
| Viral, 4 ASN Jambi Pamer Gaji Ke-13, Sekda Geram dan Langsung Bertindak |
|
|---|
| 5 Fakta Viral Wanita di Pulau Taliabu Tewas Ditelan Ular Piton, Ditemukan Suami di Dalam Mulut Ular |
|
|---|
| 5 Fakta Viral Pembunuhan Bocah SD di Sragen: Pelaku Pinjam Sabit sebelum Beraksi, Ternyata Residivis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250505_Pertemuan-Gubernur-Kaltim-Rudy-Masud-dengan-Gubernur-Jabar-Dedi-Mulyadi.jpg)