Minggu, 26 April 2026

Hari Raya Waisak 2025

Waisak Tanggal Berapa? Simak Makna dan Sejarah Hari Raya Waisak

Dalam waktu dekat umat Buddha akan merayakan Hari Raya Waisak 2025. Tahun ini perayaan Hari Raya Waisak 2025 jatuh pada hari Senin, 12 Mei 2025.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
HARI RAYA WAISAK - Rumah ibadah Mahavihara Buddhamanggala menggelar ibadah dalam rangka memperingati hari raya Waisak atau disebut Trisuci Waisak 256TB/2021 pada Rabu (26/5/2021), sekitar pukul 16.00 WITA. Dalam waktu dekat umat Buddha akan merayakan Hari Raya Waisak 2025. Tahun ini perayaan Hari Raya Waisak 2025 jatuh pada hari Senin, 12 Mei 2025. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO) 

Siddharta lahir di  Taman Lumbini pada 623 Sebelum Masehi (SM).

Kelahiran dari Siddharta Gautama terjadi di Taman Lumbini pada 423 SM dan pada masa kelahiran Siddharta Gautama tersebut, kondisinya bersih tanpa ada nosa satu pun, selain itu ia pun bisa berdiri dengan tegak dan langsung bisa berjalan, tidak seperti bayi baru lahir umumnya.

Situasi kelahiran Siddharta Gautama ke dunia menandai bahwa sang pangeran akan menjadi calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan paling tinggi.

2. Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung

Makna kedua dari hari raya Waisak adalah Penerangan Agung yang didapatkan oleh Siddharta Gautama.

Usai Siddharta lahir, pimpinan dari Asita Kaladewala meramalkan bahwa pada masa yang akan datang, Siddharta Gautama akan menjadi seorang Maharaja Dunia atau Chakrawatin.

Usai momen kelahiran, kemudian pada umur yang ke 35 tahun, Siddharta Gautama mendapatkan Penerangan Agung, kemudian ia menjadi Buddha di Bodh Gaya ketika bulan Waisak tiba.

Lalu selama 45 tahun lamanya, usia ia menerima Penerangan Agung, Sang Buddha Gautama kemudian pergi berkelana demi menyebarkan kebenaran atau disebut sebagai Dharma.

3. Parinibbana

Makna ketiga dari perayaan hari Waisak adalah Parinibbana.

Kematian dari sang Buddha Gautama terjadi pada 543 SM ketika sang Buddha menginjak usia 80 tahun.

Atas meninggalnya sang Buddha, para pengikutnya pun melakukan sujud sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk sang Buddha.

Kemudian dari ketiga peristiwa penting tersebut, dilakukanlah sebuah konferensi di Sri Lanka pada tahun 1950 dan hari raya Waisak kemudian ditetapkan setiap tahun pada bulan Mei atau ketika terjadi bulan purnama.

Karena dirayakan ketika bulan purnama, tanggal dari peringatan hari raya Waisak pun dapat berubah-ubah setiap tahunnya, akan tetapi bulannya tetap sama yaitu pada bulan Mei.

Umat Buddha di setiap daerah, memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan hari Waisak.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved