Kesehatan
Cara Cepat Bakar Kalori Versi Pelatih Kickboxing Kaltim Ricky Asriel Refualu
Maluku tepatnya di Kota Ambon dikenal dengan kota melahirkan sejumlah atlet termasuk petinju, Ellyas Pical
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Maluku tepatnya di Kota Ambon dikenal dengan kota melahirkan sejumlah atlet termasuk petinju, Ellyas Pical, Ongen Saknosiwi yang melegenda.
Pelatih kickboxing Kaltim kelahirian Maluku, Ricky Asriel Refualu dikenal sebagai pelatih yang aktif dalam mempersiapkan tim kickboxing Kalimantan Timur.
Termasuk untuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Ricky juga dikenal karena berupaya mendatangkan pelatih asing untuk membantu persiapan tim.
Ricky mengenal beladiri tinju sejak usia kelas 4 SD dan tinju atau kick boxing karena Ambon terkenal kota yang melahirkan petarung dan sejumlah atlet berprestasi.
Baca juga: Profil Rival Atlet Kickboxing Asal Kutai Barat, Raih Medali Emas di Babak Kualifikasi PON 2023
Mayoritas Ambon kenal tinju dari kecil dan berlatih sampai SMP di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPLP) dengan pembinaan usia dini dari SMP sampai remaja, dia pun berhasil juara nasional tinju amatir dan juara nasional tinju profesional.
Dengan beladiri mengajarkan sportivitas nilai lebihnya kita dibekali bela diri untuk menjaga diri,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Minggu (11/5/2025).
Ricky menjelaskan yang harus disiapkan bagi atlet kick boxing adalah mental dan adrenalin.
Dengan durasi latihan lima hari dalam sepekan kick boxing dengan peralatan di antaranya Handrep Glove Tinju dengan memiliki banyak manfaat.
Kick Boxing sangat cocok karena efektif untuk pembakaran kalori dan lemak.
Sangat cepat pada saat otot tubuh kita gerakan. Dalam sepekan pria maupun perempuan latihan lima kali dalam sepekan.
Baca juga: Jelang Pra PON, Kickboxing Kaltim Gelar Selekprov di Samarinda Square
"Kemudian kalau bagus, enam kali latihan dalam seminggu,” ujarnya.
Pengalaman berharga Ricky yang tak pernah dilupakan dalam sejarah hidupnya saat tanding kejuaraan dunia Muaythai di Malaysia berhadapan dengan juaranya di kelas 100 plus.
“Pada saat itu berat badan saya 76 kilogram. Karena bobot berat badan tak sesuai saya kena serangan sping elbow dan pada saat itu saya KO,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250511_Kick-Boxing-Ricky-Asriel-Refualu.jpg)