Jumat, 24 April 2026

Berita Nasional Terkini

Jangan Terjebak! Kenali Modus Baru Penipuan Online yang Semakin Canggih di Era Transaksi Digital

Sepanjang 2024, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik mencapai 34,5 miliar transaksi atau naik 36,1 secara tahunan (yoy).

Editor: Nisa Zakiyah
Canva.com
MODUS PENIPUAN BARU - Ilustrasi. Kenali modus baru penipuan online yang semakin canggih di era transaksi digital. 

TRIBUNKALTIM.CO - Transaksi digital di Indonesia saat ini sedang mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Sepanjang tahun 2024 saja, Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 34,5 miliar transaksi, yang menunjukkan peningkatan sebesar 36,1 persen secara tahunan (yoy).

Sayangnya, di balik tren positif ini, terdapat pula potensi risiko yang semakin meningkat. 

Para pelaku kejahatan digital kini semakin cerdik dalam memanfaatkan celah-celah dalam sistem dan perilaku pengguna untuk meraup keuntungan yang tidak sah.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penipuan online selama tahun 2024 mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu 32,5 persen, meningkat tajam dari 10,3 persen pada tahun 2023.

Salah satu modus penipuan yang paling sering digunakan adalah yang mengatasnamakan customer service (CS) dari platform-platform populer.

Di Indonesia, nama DANA menjadi salah satu yang paling sering dicatut oleh para pelaku kejahatan.

Umumnya, pelaku yang berpura-pura sebagai CS DANA menjalankan aksinya melalui berbagai saluran komunikasi, mulai dari direct message (DM) di media sosial, pesan WhatsApp, hingga panggilan telepon.

Modus mereka biasanya dimulai dengan penyampaian informasi palsu, seperti klaim adanya masalah pada akun, transaksi mencurigakan, atau pemberitahuan tentang hadiah undian yang harus segera diklaim.

Setelah korban terpancing, pelaku akan mengarahkan mereka untuk memberikan data pribadi yang sangat penting, seperti kode one-time password (OTP), personal identifier number (PIN), atau bahkan mengeklik tautan yang mengarah ke situs palsu.

Begitu informasi sensitif ini berhasil mereka kantongi, akun DANA korban bisa dibobol dalam hitungan detik, dan seluruh saldo yang ada di dalamnya pun bisa lenyap seketika.

Modus penipuan yang mengatasnamakan CS palsu ini kini semakin berbahaya.

Para pelaku kerap meniru logo DANA dengan sangat sempurna, menggunakan nama akun yang mirip dengan akun resmi, serta berkomunikasi dengan bahasa yang terdengar profesional untuk meyakinkan korban.

Untuk membantu pengguna agar tidak terjebak dalam jebakan semacam ini, DANA meluncurkan kampanye edukatif yang bertajuk #AwasJebakanBadman.

Dalam kampanye ini, DANA membagikan tiga langkah utama yang dapat diikuti oleh pengguna untuk melindungi diri dari modus penipuan yang semakin canggih.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved