Otomotif
Hobi Offroad? Begini tips Mengendarai Motor Trail yang Baik
Berkendara off-road menggunakan sepeda motor jenis trail sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan.
Penulis: Iklan Tribun Kaltim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKAPAPN - Berkendara off-road menggunakan sepeda motor jenis trail sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan.
Keindahan alam Indonesia dan banyaknya komunitas pecinta alam memicu tumbuhnya off-roader baru untuk menjelajah dan mencari pengalaman.
Namun, kontur yang menantang membuat banyak pengendara wajib mengetahui teknik yang aman dan nyaman saat melakukan terabasan.
Safety Riding Officer Astra Motor Kaltim 1 Rissang Ferisandy memberikan beberapa tips teknik aman dan berkendara nyaman saat melakukan terabas menggunakan sepeda motor trail.
Kontur jalan naik-turun dengan permukaan trek yang tak menentu, menjadi tantangan tersendiri.
Baca juga: Astra Motor Kaltim 1 Beri Diskon 10 Persen untuk Servis Kendaraan via Aplikasi Motorku X
''Banyak perbedaan saat berkendara off-road dibandingkan on-road. Selain wajib menguasai teknik bersepeda motor di aneka permukaan jalan, pengendara juga harus siap menghadapi tanjakan, turunan, bahkan genangan air atau sungai yang membentang,'' kata Rissang.
Tanjakan dan Turunan
Ketika melewati jalanan menurun, Lucky berpesan agar pengendara tidak terlalu fokus menggunakan rem depan.
Postur tubuh disarankan condong ke belakang, diikuti pinggul yang juga lebih ditarik ke bagian belakang sepeda motor. Kedua lutut menjepit body sepeda motor untuk menjaga keseimbangan.
Postur tubuh yang condong ke belakang membantu keseimbangan, sehingga titik erat tidak pindah ke depan yang berpotensi mengakibatkan roda belakang terangkat dan terguling ke depan.
"Upayakan turun dengan gigi rendah, tidak perlu buka gas, rileks atau santai dan mengikuti gerak ban belakang,” jelas Lucky.
Baca juga: Astra Motor Kaltim 1 Komitmen Pupuk Keselamatan Berkendara Kepada Karyawan
Berbeda ketika pengendara menghadapi tanjakan. Posisi badan justru sebaliknya, yakni condong ke depan, atau bahkan berdiri (tetap condong ke depan).
Hal ini untuk memberikan beban lebih ke roda bagian depan.
Sehingga, ketika menanjak, titik berat tidak pindah ke belakang yang berpotensi mengakibatkan roda depan terangkat dan terguling ke belakang.
Genangan Air atau Sungai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250521_AHM1OffRoad.jpg)