Minggu, 19 April 2026

Berita Berau Terkini

Petani Kakao di Berau Kaltim Kembali Dibekali Ilmu Hadapi Hama dan Tantangan Iklim

Petani kakao di Kabupaten Berau kembali mendapatkan bekal penting untuk menghadapi serangan hama, penyakit tanaman, hingga tantangan perubahan iklim.

HO
PETANI DIBEKALI ILMU - Petani kakao di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali mendapatkan bekal penting untuk menghadapi serangan hama, penyakit tanaman, hingga tantangan perubahan iklim. Dinas Perkebunan (Disbun) Berau pun menggelar Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) tahun 2025, yang menyasar dua kampung sentra produksi kakao. (HO/DISBUN BERAU) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Petani kakao di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali mendapatkan bekal penting untuk menghadapi serangan hama, penyakit tanaman, hingga tantangan perubahan iklim.

Dinas Perkebunan (Disbun) Berau pun menggelar Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) tahun 2025, yang menyasar dua kampung sentra produksi kakao, yakni Kampung Suaran dan Kampung Lesan Dayak.

Pelatihan ini dinilai krusial dalam membangun kembali kapasitas petani yang sempat melemah, terutama akibat jeda pelatihan yang cukup panjang dan tantangan lapangan yang makin kompleks, seperti banjir yang kini datang lebih sering.

“Petani banyak yang sudah lama enggak ikut pelatihan, jadi banyak yang lupa cara mengelola dengan baik. Ditambah lagi masalah bibit, pupuk, dan obat-obatan,” ujar Kepala Bidang Perlindungan Disbun Berau, Heri Suparno kepada Tribunkaltim.co, Rabu (28/5/2025).

Baca juga: Banjir di Berau Kaltim Rusak 500 Hektare Kebun Kakao, Produksi Terancam Turun Drastis

Menurutnya, banjir kini menjadi salah satu ancaman utama bagi keberlangsungan kebun kakao.

Jika sebelumnya hanya terjadi lima tahun sekali, kini air bah bahkan bisa melanda hampir tiap bulan, khususnya kebun-kebun yang berada di bantaran sungai.

“Terutama di kebun-kebun yang letaknya berada di bantaran sungai, pasti terdampak,” sebutnya.

Kegiatan SLPHT tahun ini hanya bisa dibuka untuk dua kelas, masing-masing di Kampung Suaran dan Kampung Lesan Dayak, dengan 25 peserta per kampung.

Pembelajaran dilakukan 14 kali pertemuan, seminggu sekali.

Baca juga: Banjir Rendam 9 Kampung di Berau Kaltim, Sentra Kakao Terancam Gagal Panen

Jumlah ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai empat kelas, imbas dari efisiensi anggaran.

“Pesertanya 25 orang per kampung, jadi satu kelas satu kampung. Pertemuan dilakukan 14 kali, setiap minggu sekali,” jelas Heri.

Kampung Suaran dipilih karena menjadi wilayah dengan luas kebun dan produktivitas kakao tertinggi di Berau.

Sementara Kampung Lesan Dayak kembali menjadi lokasi pelatihan setelah sempat lama tidak mengikuti SLPHT.

Baca juga: Bupati Berau Sri Juniarsih Mas Paparkan Potensi Kakao di Bumi Batiwakkal

SLPHT ini juga merupakan bentuk kesepakatan (MoU) antara Disbun dan pemerintah kampung untuk konsisten dalam membina komoditas unggulan daerah.

Semua narasumber yang mengisi pelatihan berasal dari Disbun Berau dan telah memiliki lisensi sebagai pemandu lapang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved