PTMB Aktifkan 2 Sumur Lama di Kawasan Balikpapan Timur dan Barat
Ribuan warga Kota Balikpapan belum menikmati segarnya air bersih yang langsung mengalir ke rumahnya.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Masalah krisis air bersih di Kota Balikpapan memang belum tuntas sampai sekarang.
Ribuan warga Kota Balikpapan belum menikmati segarnya air bersih yang langsung mengalir ke rumahnya.
Pemerintah Kota Balikpapan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Sekretaris Daerah, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan langkah strategis untuk mengatasi permasalahan air bersih di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.
Dalam pertemuan yang digelar bersama Wakil Walikota Bagus Susetyo dan para pejabat lainnya, ada beberapa fokus utama yang menjadi pembahasan penting.
Diantaranya pengelolaan air dari Sungai Mahakam dan pengembangan Bendungan Sepaku Semoi, serta mengaktifkan sumur-sumur lama.
Baca juga: Direksi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Tinjau Langsung Perbaikan Pipa Induk
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mengevaluasi Engineering Feasibility Study (EFS) guna merumuskan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang pengelolaan air.
“Salah satu langkah jangka pendek yang kami lakukan adalah mengaktifkan kembali beberapa sumur lama yang sebelumnya dinonaktifkan. Selain itu, kami juga mengusulkan penambahan satu sumur baru di wilayah Balikpapan Timur dan Barat,” ujar Yudhi Saharuddin kepada Tribun Kaltim saat ditemui di Pemkot Balikpapan , Kamis (5/6).
Yudhi Saharuddin menjelaskan, dua sumur yang telah diaktifkan kembali berada di kawasan Gunung Tembak dan Kampung Baru.
“Sumur Gunung Tembak dulu ditutup setelah Bendungan Teritip aktif. Sekarang dibuka kembali karena pertumbuhan pelanggan meningkat cukup tinggi. Meski debitnya kecil, tapi masih bisa melayani masyarakat sekitar,” tambahnya.
Untuk rencana jangka menengah, pembangunan Embung Aji Raden dijadwalkan dimulai pada tahun 2026 dan diharapkan sudah bisa mengalirkan air ke masyarakat pada tahun 2027.
Sementara itu, Bendungan Sepaku Semoi masih dalam tahap EFS dan diperkirakan beroperasi pada tahun 2028.
Di sisi lain, PTMB juga mengajukan penambahan sumur baru di wilayah Kampung Baru serta terus melakukan perbaikan jaringan perpipaan, termasuk pipa-pipa bocor, agar distribusi air lebih optimal. Seluruh pekerjaan teknis tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini.
Yudhi Sabaruddin juga menanggapi keluhan masyarakat soal keterlambatan penyambungan pelanggan baru. Menurutnya, proses tersebut mulai dibuka kembali secara bertahap.
Baca juga: Pipa Distribusi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan Bocor Dipicu Banjir dan Longsor
“Tahun ini banyak keluhan karena penyambungan pelanggan baru sempat tertunda. Kami sudah mulai buka secara bertahap. Dari 14.000 pelanggan dalam daftar tunggu, sekarang tersisa sekitar 10.000. InsyaAllah akan terus kami kurangi,” ujar Yudhi Sabaruddin.
PTMB Balikpapan bersama Pemerintah Kota berkomitmen menyediakan solusi jangka pendek hingga jangka panjang untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Balikpapan secara berkelanjutan. (*)
| Jelang Uber Cup 2026, Indonesia Waspadai Kejutan Kanada dan Australia, Putri KW bisa Tiru Gregoria |
|
|---|
| Anggota DPRD Kaltim Sepakati Hak Angket saat Aksi 21 April, Kapan akan Bergulir? Alur Prosedurnya |
|
|---|
| Link Download PDF Contoh Undangan Walimatussafar Haji, Tradisi sebelum Berangkat Haji |
|
|---|
| Jumlah Sampah saat Lebaran Idul Fitri di Bulungan Capai 85 Ton |
|
|---|
| Borneo FC Samarinda Jaga Asa Juara, Anggap Sisa Laga Putaran Kedua Adalah Final |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250605-Direktur-PTMB-Yudhi-Saharuddin.jpg)