Rabu, 22 April 2026

Berita Pemkot Balikpapan

Riuh Tawa 2.300 Anak Warnai Gebyar PAUD Balikpapan 2026 di BSCC Dome

Riuh tawa anak-anak memenuhi sudut BSCC Dome Balikpapan dalam Gebyar PAUD Kota Balikpapan 2026, Selasa (21/4/2026).

TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH
GEBYAR PAUD - Ribuan peserta memadati BSCC Dome Balikpapan saat Gebyar PAUD 2026 berlangsung, Selasa (21/4/206). Kegiatan ini diikuti sekitar 2.300 anak usia dini dengan berbagai penampilan seni, lomba, dan fashion show. (TRIBUNKALTIM.CO/SITI ZUBAIDAH) 

Ringkasan Berita:
  • 2.300 anak PAUD tampil dalam lomba dan fashion show budaya di BSCC Dome Balikpapan.
  • Kegiatan jadi sarana belajar kreatif, membangun karakter, dan mengenal keberagaman sejak dini.
  • Pemkot Balikpapan dorong penguatan PAUD, dengan kebijakan baru disiapkan untuk implementasi 2027.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Riuh tawa anak-anak memenuhi sudut BSCC Dome Balikpapan dalam Gebyar PAUD Kota Balikpapan 2026, Selasa (21/4/2026).

Sekira 2.300 anak usia dini hadir, bukan sekadar untuk berlomba, tetapi merayakan masa kecil yang penuh imajinasi.

Warna-warni krayon, kostum budaya, hingga langkah-langkah kecil di atas panggung berpadu menjadi satu.

Di tangan-tangan mungil itu, lembar kertas berubah menjadi lukisan penuh warna—tentang rumah, laut, hingga mimpi mereka di masa depan.

Baca juga: Disdikbud Balikpapan Atur Jadwal Pembelajaran di Bulan Ramadhan 2026 untuk PAUD hingga SMP

Di sisi lain arena, derap langkah kecil para peserta fashion show mencuri perhatian.

Mengenakan busana adat dari berbagai daerah, mereka tampil percaya diri di hadapan ratusan pasang mata.

Ada yang masih malu-malu, ada pula yang melambaikan tangan dengan penuh semangat.

“Balikpapan ini miniatur Indonesia. Semua suku ada di sini,” ujar Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud kepada media.

Baca juga: Karnaval Anak Indonesia Hebat, Bunda PAUD Balikpapan: Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal budaya dan lingkungan sekitar.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar mencintai daerahnya sejak dini,” tambahnya.

Gebyar PAUD menjadi panggung kecil bagi anak-anak untuk berani tampil.

Bagi sebagian dari mereka, ini mungkin pertama kalinya berdiri di depan umum.

Namun dari sinilah kepercayaan diri mulai tumbuh perlahan, tapi pasti.

Baca juga: Bunda PAUD Balikpapan Diharapkan Bisa Wujudkan Karakter Anak Usia Dini Berlandaskan Gotong Royong

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya soal membaca dan menulis.

“Di PAUD, anak-anak belajar bersosialisasi, membangun kebiasaan baik, dan mengekspresikan diri,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved