Berita Berau Terkini
Ternyata Ini Penyebab Air Masuk ke RSUD Abdul Rivai Berau Setiap Kali Hujan Deras
Rembesan air yang kerap terjadi saat hujan deras di RSUD dr Abdul Rivai, Berau, ternyata disebabkan oleh perubahan lingkungan di sekitar rumah sakit.
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Rembesan air yang kerap terjadi saat hujan deras di RSUD Abdul Rivai, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur ternyata disebabkan oleh perubahan lingkungan di sekitar rumah sakit.
Direktur RSUD Abdul Rivai Berau, Jusram, mengungkap bahwa penyebab utamanya adalah hilangnya kawasan resapan air yang dulu berada di belakang gedung rumah sakit.
“Dulu di belakang itu masih ada bukit, jadi air hujan bisa tertahan dan meresap ke tanah. Tapi sekarang bukitnya sudah tidak ada, jadi tidak ada lagi yang menahan air. Airnya langsung turun ke bawah dan menyebabkan rembesan,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (6/6/2025).
Rembesan ini biasanya muncul di bagian belakang gedung rumah sakit.
Baca juga: IGD Baru di RSUD Abdul Rivai Berau Bakal Beroperasi Juni 2025
Meski tidak sampai menyebabkan banjir besar, air yang masuk tetap menimbulkan genangan yang harus segera ditangani oleh petugas.
“Petugas kami selalu standby. Kalau ada genangan, hanya sebentar saja. Begitu hujan berhenti, air langsung surut. Jadi tidak sampai mengganggu pelayanan secara signifikan,” jelasnya.
Pihak rumah sakit pun telah menyiapkan sejumlah rencana pembenahan guna mengatasi masalah tersebut di masa mendatang.
Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain adalah perbaikan saluran air dan pembangunan tanggul di sisi belakang gedung.
Baca juga: CT Scane RSUD Abdul Rivai Berau Berusia 15 Tahun, Layak Diganti untuk Hindari Rujukan
“Salurannya nanti akan kami benahi, lalu kami juga pertimbangkan untuk membangun tanggul. Saat ini kami masih fokus pada pengembangan gedung baru RSUD di sebelah,” terangnya.
Sebelumnya, normalisasi irigasi rumah sakit memang telah direncanakan, namun belum selesai.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau juga dikabarkan akan mengusulkan normalisasi drainase ke dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2025.
Namun kepastian pelaksanaan masih menunggu kejelasan anggaran.
Baca juga: Tanggapi soal Wacana Pemindahan Hiperbarik ke RSUD Abdul Rivai Berau, Jusram: Itu Tidak Mudah
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Lamlay Sarie, menegaskan bahwa RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) semestinya mampu menangani masalah internal seperti ini secara mandiri.
“Mereka punya fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan operasional. Maka mereka juga harus bisa bertanggung jawab secara mandiri atas permasalahan yang dihadapi,” tegasnya.
Lamlay berharap manajemen RSUD dapat segera menyusun dan melaksanakan langkah penanganan yang komprehensif, agar rembesan air tidak lagi menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (*)
| 4 Fakta Terkini Suami Bacok Istri di Berau: Baru 1 Bulan Menikah, Diduga Dipicu Masalah Rumah Tangga |
|
|---|
| Kronologi Kasus Suami Bacok Istri di Segah Berau, Bermula dari Tabrakan Motor |
|
|---|
| Diduga Dipicu Masalah Rumah Tangga, Suami Bacok Istri di Segah Berau |
|
|---|
| DPUPR Berau Sebut Kenaikan Harga BBM Jadi Penghambat Normalisasi Drainase |
|
|---|
| Dukung Operasional RS Baru, RSUD dr Abdul Rivai Berau Siap Pasok Tenaga Dokter Spesialis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/2025066-Direktur-RSUD-dr-Abdul-Rivai-Jusram.jpg)