Berita Nasional Terkini
Polemik Tambang Raja Ampat Greenpeace Indonesia vs Bahlil Lahadalia, Rio Rompas: Menteri ESDM Sesat
Polemik tambang Raja Ampat soal Greenpeace Indonesia vs Bahlil Lahadalia. Rio Rompas sebut Menteri ESDM sesat.
Penulis: Kun | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik tambang Raja Ampat soal Greenpeace Indonesia vs Bahlil Lahadalia.
Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rio Rompas sebut Menteri ESDM sesat.
Bukan tanpa alasan Greenpeace mengeluarkan pernyataan keras yang dialamatkan kepada Bahlil Lahadalia.
Adalah Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rio Rompas, menilai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM), Bahlil Lahadalia, soal lokasi tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, jauh dari tempat wisata, adalah sesat.
Baca juga: Kata Bahlil Lahadalia Soal Kasus Ijazah Jokowi, Keterlaluan, Kayak Nggak Ada Isu Saja
a mengimbau publik untuk tidak percaya begitu saja terhadap pernyataan Bahlil itu.
Karena wilayah ekosistem Raja Ampat yang merupakan kesatuan utuh, imbuh Rio, apabila pulau-pulau kecil lokasi tambang nikel mengalami kerusakan, maka akan berdampak pada ekosistem secara menyeluruh.
Terlebih, di wilayah Raja Ampat, hampir 75 persen merupakan biodiversitas, khususnya koral atau karang.
Karena itu, Rio sekali lagi menekankan, agar publik, terutama Bahlil, untuk tidak memperhatikan jarak antar pulau di Raja Ampat.
"Dan habitat-habitat yang memang ada di situ, kalau bahasanya itu adalah mahkota dari koral dari triangle secara global di dunia," jelasnya.
"Kalau dilihat juga di Piaynemo dekat Wayag juga yang paling dekat, ada satu perusahaan Kawe yang paling dekat yang itu juga jadi salah satu ikonik."
"Dan wilayah-wilayah itu sudah masuk Global Geopark UNESCO. Meskipun memang di Gag itu tidak masuk, tapi itu menjadi satu kesatuan," imbuh Rio.
Baca juga: Kata Bahlil Lahadalia Soal Kasus Ijazah Jokowi, Keterlaluan, Kayak Nggak Ada Isu Saja
Rio mengungkapkan, pihaknya sudah sejak lama melakukan investigasi terkait aktivitas tambang nikel di Raja Ampat.
Greenpeace, kata dia, telah mengumpulkan data dan dokumentasi terkait tambang nikel di tempat yang dijuluki surga terakhir di Bumi tersebut.
Hasilnya, ada tiga pulau dilindungi yang sedang dikeruk untuk didapatkan nikelnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/indonesiadcom-raja-ampat-di-papua-barat.jpg)