Senin, 20 April 2026

Berita Nasional Terkini

Ahmad Sahroni: Jokowi Bebas Tentukan Arah Politik, tapi Sebaiknya Contoh SBY

Ahmad Sahroni menyatakan bahwa Jokowi memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.

Editor: Syaiful Syafar
DOK. DPR RI
ARAH POLITIK JOKOWI - Foto arsip Ahmad Sahroni saat memimpin rapat di DPR RI pada tahun 2024. Terbaru, Sahroni menyatakan bahwa Jokowi memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, tetapi ia menyarankan untuk mencontohkan SBY. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memiliki kebebasan penuh untuk menentukan arah politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Pernyataan ini menanggapi spekulasi seputar kemungkinan Jokowi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atau Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

"Beliau (Jokowi) mau ke mana saja boleh kok," ujar Sahroni kepada wartawan, Senin (9/6/2025), seperti dilansir Tribunnews.com.

Saran Sahroni: Ikuti Jejak SBY, Hindari Politik Praktis

Meskipun demikian, Sahroni menyarankan agar Jokowi mempertimbangkan untuk tidak kembali aktif dalam politik praktis.

Ia mencontohkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden ke-6 RI, yang memilih untuk hidup lebih tenang pasca-pensiun dari dunia politik. 

Baca juga: Penasihat Ahli Kapolri Ungkap Dugaan Dalang di Balik Kasus Ijazah Jokowi Palsu, Ini Ciri-cirinya

"Saran saya sebagai adik, kiranya Pak Jokowi bisa melihat contoh Pak SBY, hidup tenang dan menikmati masa purnatugas. Saya bangga melihat itu," ucapnya.

Jokowi Diminta Beri Ruang untuk Gibran dan Bobby

Sahroni juga menilai bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Jokowi untuk memberi ruang bagi generasi penerusnya, seperti putranya Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution, yang telah aktif berkiprah di kancah politik nasional.

"Pak Jokowi sebagai ayah sebaiknya fokus mengawasi dan mendukung anak serta mantunya yang sedang bekerja untuk rakyat. Insya Allah mereka akan jadi penerus Pak Jokowi," tuturnya.

Jokowi Isyaratkan Pilihan ke PSI, Tolak PPP

Di tengah spekulasi pencalonan ketua umum partai, Jokowi memberikan sinyal kuat untuk bergabung dengan PSI, partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

Baca juga: Respons Bahlil soal Kapal JKW dan Iriana yang Angkut Nikel dari Raja Ampat, Bantah Terkait Jokowi

Ketika ditanya soal kemungkinan bergabung dengan PPP, Jokowi merespons bahwa masih banyak tokoh yang lebih layak memimpin partai berlambang Ka'bah tersebut. 

"Di PPP saya kira banyak calon ketua umum yang lebih baik, punya kapabilitas dan kompetensi," kata Jokowi di Solo, Jumat (6/6/2025), dikutip dari Tribun Solo.

Jokowi juga menyatakan secara singkat namun tegas:

"Saya di PSI saja lah," katanya. 

Baca juga: PPP tak Masalah Jokowi Pilih PSI, Sebut Masih Punya Banyak Calon Ketum Partai

Dengan pernyataan ini, peluang Jokowi untuk masuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menguat.

Meski belum diumumkan secara resmi sebagai calon ketua umum, dukungan dan sinyal politik dari Jokowi menandai babak baru arah politik pasca-kepresidenannya. (*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved