Selasa, 2 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Menhan Sjafrie Kumpulkan Tokoh, Ada Refly Harun hingga Purnawirawan TNI, Apa yang Dibahas?

Menhan kumpulkan tokoh, ada Refly Harun hingga Wiranto, siapkan Dewan  Pertahanan Nasional, apa yang dibahas?

Tayang:
Tangkapan Layar Sekretariat Presiden
PRABOWO DAN MENHAN - Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membuka acara Indo Defence di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025). Menhan kumpulkan tokoh, ada Refly Harun hingga Wiranto, siapkan Dewan  Pertahanan Nasional, apa yang dibahas? (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden) 

TRIBUNKALTIM.CO - Menhan kumpulkan tokoh, ada Refly Harun hingga Wiranto, siapkan Dewan  Pertahanan Nasional, apa yang dibahas?

Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh termasuk di antaranya purnawirawan Jenderal TNI.

Adapun pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan RI (Kemhan).

Sjafrie Sjamsoeddin menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi terkait Dewan Pertahanan Nasional (DPN) bersama sejumlah tokoh bangsa lintas bidang, baik dari kalangan akademisi, pakar hukum, TNI-Polri, maupun masyarakat sipil. 

Baca juga: Kunjungi Papua, Sri Mulyani dan Menhan Pakai Rompi Anti Peluru, OPM Targetkan Pesawat PK-ELM

Kepala Biro (Karo) Humas Kementerian Pertahanan RI (Kemhan) Frega Ferdinand Wenas menyatakan, pertemuan yang dipimpin oleh Sjafrie yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPN itu menjadi momen penting untuk mematangkan keberadaan serta peran DPN dalam sistem pertahanan negara.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga ruang dialog konstruktif. Pak Menhan mendengarkan langsung pandangan dan masukan dari berbagai tokoh, mulai dari akademisi, pakar hukum, hingga para purnawirawan TNI dan Polri," ujar Frega saat jumpa pers di Kantor Kemhan RI, Jumat (13/6/2025).

Lebih lanjut, Frega menjelaskan kalau DPN tidak bersifat operasional ataupun administratif, melainkan berperan dalam merumuskan kebijakan umum pertahanan negara serta memberi masukan strategis kepada Presiden sebagai Ketua DPN.

DPN kata dia, nantinya akan bertugas mengidentifikasi isu-isu strategis yang berkaitan dengan kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. 

Diharapkan hasil dari kajian ini bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pertahanan yang menyeluruh, baik dari aspek militer maupun nirmiliter.

"Sehingga ketika rekomendasi itu diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua DPN ini menjadi rekomendasi yang baik yang bisa memberikan solusi untuk permasalahan nasional yang ada," kata Frega

Merespons soal kehkawatiran terkait tumpang tindih fungsi dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Frega menegaskan, terdapat perbedaan fokus antara kedua lembaga.

MENHAN BERTEMU TOKOH - Menteri Pertahanan RI (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kumpulkan beberapa tokoh serta purnawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan RI (Kemhan), Jakarta, Jumat (13/6/2025). Beberapa tokoh hadir seperti Jenderal TNI (Purn) Wiranto hingga Refly Harun. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)
MENHAN BERTEMU TOKOH - Menteri Pertahanan RI (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin kumpulkan beberapa tokoh serta purnawirawan TNI di Kantor Kementerian Pertahanan RI (Kemhan), Jakarta, Jumat (13/6/2025). Beberapa tokoh hadir seperti Jenderal TNI (Purn) Wiranto hingga Refly Harun. (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra) (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

DPN menurut dia berfokus pada pertahanan sebagai ranah presiden selaku kepala negara dan panglima tertinggi. Sementara Lemhannas berfokus pada ketahanan nasional secara umum. 

Berdasarkan pantauan Tribunnews di lokasi, tokoh yang hadir di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan sekaligus mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto, mantan Menhan Purnomo Yusgiantoro.

Terlihat juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus penasihat khusus Presiden bidang urusan pertahanan nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

Terlihat pula Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji dan eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia.

Selain itu, Sjafrie juga mengumpulkan tokoh dari kepolisian antara lain, Jenderal Polisi (Purn) Sutanto dan eks Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Bambang Hendarso Danuri.

Dari tokoh non militer dan non polri terlihat hadir pakar hukum tata negara sekaligus pengacara, Refly Harun, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

Hadir juga, mantan Menteri Sekretaris Negara Bambang Kesowo hingga eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie.

Hanya saja Frega menyatakan, seluruh tokoh yang hadir itu tidak akan masuk dalam jajaran keanggotaan DPN.

Baca juga: Pesawat yang Bawa Menkeu ke Nduga Jadi Target OPM, Sri Mulyani dan Menhan Pakai Rompi Anti Peluru

Kata dia, para pakar yang hadir akan tetap dilibatkan dalam proses kajian dan konsultasi kebijakan sebagai bagian dari pendekatan inklusif dan kolaboratif.

"Tentunya dengan kehadiran para pakar ini juga bisa memberikan masukan dari aspek nirmiliter yang nantinya mungkin akan dilaksanakan diseminasi, kemudian juga interaksi," kata dia.

"Karena kita memahami ketika bicara pertahanan nirmiliter, ini bukan Kemhan sebagai leading sektor tapi ada K/L lain yang sesuai dengan bidangnya," tandas Frega. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menhan Libatkan Wiranto, Dudung Abdurachman hingga Refly Harun Siapkan Dewan Pertahanan Nasional

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved