Berita Balikpapan Terkini
Bank Indonesia Balikpapan Luncurkan Program Wakaf Produktif, Dorong Ekonomi Syariah di Kaltim
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan meluncurkan dua program wakaf produktif sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan meluncurkan dua program wakaf produktif sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur.
Program tersebut meliputi wakaf sosial pembangunan Masjid Al-Haqq di Kota Balikpapan dan wakaf budidaya ayam petelur di Ponpes Trubus Iman, Kabupaten Paser.
Peluncuran dilakukan pada beberapa waktu lalu dalam rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara yang berlangsung meriah di Atrium Pentacity Balikpapan, turut dimeriahkan dengan pameran UMKM binaan BI serta berbagai lomba menarik.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa peluncuran ini adalah langkah strategis dalam mendorong literasi dan inklusi ekonomi syariah, terutama di sektor wakaf produktif dan halal value chain.
"Kami ingin ekonomi syariah hadir dari sisi konsumsi hingga produksi. Tahun lalu kami melatih 500 juru sembelih halal (Juleha) bersama Kementerian Agama. Kini kami mendorong wakaf produktif agar masyarakat tak hanya berwakaf, tapi juga mendapat manfaat ekonomi dari dana wakaf,” ujar Robi.
Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Siapkan Rp 635 Miliar Uang Layak Edar
Berbeda dari konsep wakaf tradisional yang identik dengan tanah atau bangunan, BI kini mendorong wakaf berbasis produktif, seperti peternakan ayam petelur dan pengembangan tempat ibadah.
Peluncuran ini turut diperkuat dengan pemanfaatan teknologi lewat aplikasi digital "Satu Wakaf Indonesia" yang tersedia di Android, untuk mempermudah masyarakat dalam berwakaf secara transparan dan aman.
“Kami mulai dari Balikpapan dan Paser. Ke depan, program wakaf ini akan diperluas ke wilayah lain seperti Penajam Paser Utara dan Albanjari,” tambah Robi.
Robi juga menekankan bahwa ekonomi syariah adalah masa depan Indonesia, terutama di tengah tantangan sistem ekonomi global.
Dengan dukungan berbagai pihak seperti Baznas, Pemda, dan Kemenag, BI berperan sebagai fasilitator untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong wakaf dan sertifikasi halal di daerah.
“Target kami, pangsa pasar pembiayaan syariah bisa naik menjadi 5–6 persen. Untuk itu, kami fasilitasi pelatihan, sertifikasi halal, dan sinergi kelembagaan agar pertumbuhan ekonomi syariah makin kuat,” pungkasnya.
Baca juga: Upaya Penguatan Ekonomi Syariah di Kaltim, KalaFest 2025 Bank Indonesia Resmi Dibuka
Melalui kampanye halal value chain dari hulu ke hilir, BI mendorong pelaku UMKM syariah, industri fashion muslim, hingga produsen makanan halal agar tumbuh sebagai kekuatan ekonomi baru di Kalimantan Timur dan Indonesia. (*)
Keran Air Kering di Rumah Warga, Hery Sunaryo: Bukti Gagalnya Kinerja PDAM dan Pemerintah Kota |
![]() |
---|
Wadansat Brimob Kaltim Hadiri HUT ke-9 Paguyuban Keluarga Besar Brimob di Balikpapan |
![]() |
---|
Uniba Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat PPG Nasional dari Kaltim |
![]() |
---|
Biddokkes Polda Kaltim Pastikan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan |
![]() |
---|
BI Balikpapan Dorong Industri Fesyen, Cetak Desainer Muda Kreatif Lewat Capacity Building |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.