Sabtu, 25 April 2026

Berita Nasional Terkini

Sultan Fatoni Warga Samarinda Berhasil Dievakuasi dari Iran, Tempuh 6 Hari Perjalanan

Sultan Fatoni warga Samarinda, Kalimantan Timur berhasil dievakuasi dari Iran dengan menempuh enam hari perjalanan.

|
tribunnews
EVAKUASI WARGA SAMARINDA - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Samarinda, Sultan Fatoni, tiba di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa (24/6/2025). Ia tiba di Jakarta setelah menempuh waktu 6 hari saat dievakuasi pemerintah Indonesia. (Fransiskus Adhiyuda). (tribunnews) 

TRIBUNKALTIM.CO - Sultan Fatoni warga Samarinda, Kalimantan Timur berhasil dievakuasi dari Iran dengan menempuh enam hari perjalanan.

Sultan Fatoni, warga Samarinda jadi salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi pemerintah saat perang Iran-Israel berlangsung.

Sultan Fatoni sudah tiba di Jakarta, pada Selasa (24/6/2025).

Ia pun menceritakan pengalamannya dievakuasi dari wilayah konflik.

Baca juga: Update Perang Iran vs Israel Terbaru 2025, Kemlu Evakuasi 101 WNI Lewat Jalur Darat

Fatoni tiba bersama keluarganya dan sejumlah WNI lainnya di Terminal 3 Bandara Soetta, pada Selasa (24/6/2025) setelah menempuh perjalanan udara selama 11 jam dengan menumpang pesawat Turkish Airlines.

Sultan, yang telah tinggal di Kota Masyhad selama 3,5 tahun, mengaku lelah setelah melakukan perjalanan evakuasi selama enam hari.

"Saya Sultan Fatoni dari Samarinda, tinggal di Kota Mashad, Iran. Kami sudah dari Kamis dalam perjalanan dari Iran, jadi sudah 6 hari, agak capek," ujarnya saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Selasa (23/4/2024).  

Sultan mengungkapkan, proses evakuasi dilakukan bersama mahasiswa Indonesia lainnya, termasuk anak dan istrinya.  

"Dievakuasi bersama mahasiswa lain, sama anak dan istri," katanya.  

Selama tinggal di Iran, ini adalah pertama kalinya ia menghadapi situasi konflik seperti ini.  

"Belum pernah (mengalami konflik serupa). Saya di sana sudah 3,5 tahun," ujarnya.  

EVAKUASI WARGA SAMARINDA - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Samarinda, Sultan Fatoni, tiba di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa (24/6/2025). (Fransiskus Adhiyuda). (tribunnews)
EVAKUASI WARGA SAMARINDA - Warga Negara Indonesia (WNI) asal Samarinda, Sultan Fatoni, tiba di Terminal 3 Bandara Soetta, Selasa (24/6/2025). (Fransiskus Adhiyuda). (tribunnews) (tribunnews)

Meskipun Kota Masyhad relatif aman karena berada di Iran bagian Timur, Sultan mengungkapkan bahwa dua kota lain sempat mendapat serangan setelah ia meninggalkan Iran.  

"Karena kami berangkat sejak Kamis, pas Kamis beberapa kota masih kelihatan aman. Tapi setelah 2 hari kami pergi, 2 kota mendapat serangan baru, seperti ada dari Amerika ikut juga," jelasnya.  

Meski begitu, dia menegaskan bahwa situasi di Masyhad cenderung terkendali.  

"Cenderung aman, tapi hanya drone karena terlalu jauh dari Israel, karena Masyhad itu di Iran bagian Timur," tandasnya.  

Diketahui, evakuasi WNI dari Iran terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia menyusul eskalasi konflik antara Israel dan Iran.

Baca juga: Israel Beri Waktu 12 Jam, Nyawa Istri dan Anak Para Jenderal Perang Iran Terancam Dihabisi Zionis

Mahasiswa Asal Gresik Ceritakan Momen Mencekam

Ali Murtado (20), seorang mahasiswa asal Gresik, Jawa Timur, menceritakan pengalaman mencekam yang ia alami saat dievakuasi dari Iran.

Ali merupakan salah satu dari sebelas Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dipulangkan dan tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (24/06/2025).

Mahasiswa Al-Mustafa International University Iran itu membagikan pengalaman menegangkan saat menginap di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran sesaat sebelum dirinya dievakuasi. 

Di sana ia mendengar langsung dentuman ledakan akibat serangan Israel terhadap Teheran.

SAKSIKAN PERANG - Ali Murtado (20), mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Al-Mustafa International University Iran, ditemui awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (24/6/2025). (Tribunnews.com/Grace Sanny Vania)
SAKSIKAN PERANG - Ali Murtado (20), mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Al-Mustafa International University Iran, ditemui awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (24/6/2025). (Tribunnews.com/Grace Sanny Vania) (Tribunnews.com/Grace Sanny Vania)

“Yang terakhir saya berada di Teheran ya, dimana di gedungnya KBRI. Saya menginap di sana semalam, dan kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel di beberapa saat, dan berhenti beberapa saat, dan kadang-kadang lanjut,” kata Ali kepada awak media.

Meski demikian, Ali menyebutkan bahwa serangan-serangan tersebut berhasil ditangkis oleh sistem pertahanan udara "Iron Dome" milik Iran sehingga tidak sampai menghantam tanah.

“Tetapi tidak ada yang masuk, saya lihat kemarin, tidak ada yang masuk ke dalam tanah, karena serangan berhasil ditepis oleh Iron Dome Iran,” ujar Ali.

Setelah bermalam di KBRI Teheran, Ali bersama sejumlah WNI lainnya memulai perjalanan selama 16 jam menuju perbatasan Iran-Azerbaijan.

Ali mengatakan kalau perjalanan melintasi perbatasan berjalan lancar tanpa gangguan militer dari Iran maupun Israel.

Setibanya di Baku, ibu kota Azerbaijan, rombongan WNI yang dievakuasi beristirahat selama dua hari sebelum terbang ke Istanbul, Turki. 

Dari Instabul, barulah rombongan tiba di Tanah Air.

“Kita pertama berangkat ke perbatasan Iran-Azerbaijan, setelah itu kita ditujukan ke Baku, di Baku kita di sana itu menginap selama sekitar 2 hari, setelah itu kita diterbangkan ke Istanbul. Setelah dari Istanbul, kita sekarang ini, kita berada di sini,” jelas Ali.

Ali juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat kesulitan berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia karena akses internet di Iran sempat diputus, membuatnya terhambat mendapatkan informasi terkini. 

Baca juga: Donald Trump Maki Israel Patuhi Gencatan Senjata, Pastikan Iran Tidak Bangun Fasilitas Nuklir Lagi

“Di sana sempat diputus internet. Kita enggak bisa dapet berita masuk dari Iran,” kata Ali.

Ia mengaku kalau dirinya baru bisa mengubungi keluarga saat dia sudah di Azerbajian.

Selama menempuh pendidikan di Iran, Ali tinggal di kota Qom. 

Meski Ali tinggal di Qom yang relatif tenang dan tidak ada serangan langsung dari Israel, meningkatnya eskalasi di Timur-Tengah mendorongnya untuk meninggalkan Iran

Menutup cerita, Ali kemudian menyampaikan harapannya bagi rekan-rekannya yang masih berada di Iran.

“Semoga saja teman-teman yang di Iran selamat dan tidak terjadi apa-apa. Dan yang dievakuasi akan berjalan dengan lancar dan selamat sampai ke tanah air,” pungkas Ali. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahasiswa Indonesia Ceritakan Pengalaman Lihat Roket Israel Ditangkis Pertahanan Udara Iran dan Cerita WNI Berhasil Dievakuasi di Tengah Konflik Israel-Iran: Tempuh 6 Hari Perjalanan, Agak Capek

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved