Berita Nasional Terkini
Daftar 3 Sorotan pada Jokowi, dari Ijazah Palsu hingga Perintah Impor Gula Dibeber Tom Lembong
Lengser Presiden, 3 sorotan pada Jokowi, dari ijazah palsu hingga perintah impor gula yang diungkap Tom Lembong.
TRIBUNKALTIM.CO - Polemik ijazah palsu masih belum usai, kini Jokowi kembali menjadi sorotan usai pengakui mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong.
Pengakuan Tom Lembong soal perintah Jokowi impor gula ini diungkap mantan Mendag tersebut dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (30/6/2025).
Pengakuan Tom Lembong terkait perintah Jokowi impor gula menjadi sederet serangan yang dilayangkan pada mantan Presiden tersebut.
Senin (30/6/2025), Tom Lembong ketika menjadi saksi dalam sidang perkara yang mendudukkan eks Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Charles Sitorus sebagai terdakwa menyinggung perintah Jokowi.
Baca juga: Dituding Jadi Dalang di Balik Ijazah Jokowi, Eks Wamendes Paiman Bersumpah, Bantah Tuduhan Roy Suryo
Di persidangan Tom Lembong menyebut kebijakan impor gula yang dia keluarkan merupakan tindak lanjut instruksi langsung Presiden Joko Widodo.
Tudingan ijazah palsu dan perintah impor gula yang diungkap Tom Lembong merupakan sejumlah serangan terhadap Jokowi usai lengser.
Berikut rangkuman "serangan" terhadap Jokowi setelah lengser dari presiden.
Matahari Kembar
Isu soal matahari kembar ini muncur lantaran Jokowi dituding masih ikut campur dalam pemerintah Prabowo di berbagai hal.
Tudingan matahari kembar itu disampaikan pakar hukum tata negara, Feri Amsari.
Membaca Indonesia dari Perspektif Kerusakan Lingkungan dan Tanggung Jawab Insinyur
“Sampai hari ini (eks) Presiden Joko Widodo ikut campur dalam banyak hal, minimal dalam berbagai pemberitaan. Itu sangat mempengaruhi.
Ada kesan dua matahari kembar yang tidak baik,” ujar Feri dalam sebuah wawancara.
Seharusnya, kata Feri, Jokowi tidak lagi mencampuri urusan pemerintahan yang baru.
“Ini bahkan ada Pak Menteri yang mengatakan ketika berkunjung ke rumah Pak Presiden Joko Widodo beliau masih bos saya.
Padahal kalau pakai pasal 17 Undang-Undang Dasar, Bos Menteri itu cuman satu. Tidak ada masing-masingnya dengan mantan presiden,” sambungnya.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sendiri telah membantah tudingan dugaan 'matahari kembar' ketika menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto mendatangi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini.
Hasan menekankan, kunjungan itu sebatas silaturahim lebaran. Dia meminta agar silaturahim itu tidak dikaitkan dengan politik.
"Silaturahmi-silaturahmi Lebaran jangan dibumbui tafsiran politik," ujar Hasan kepada Kompas.com, Senin (14/4/2025).
Hasan mengatakan, saat ini semua pihak masih dalam suasana Lebaran.
Dia menyebut hubungan persaudaraan harus terus dirajut.
Dugaan Ijazah Palsu
Kasus dugaan ijazah palsu ini kembali mencuat lewat pernyataan seorang mantan dosen dari Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar yang menyangsikan keaslian ijazah dan skripsi dari Presiden RI ke-7 itu.
Alasannya, lembar pengesahan dan sampul skripsi menggunakan font time new roman yang menurutnya belum ada di era tahun 1980-an hingga 1990-an.
Klaim sepihak dari Rismon ini membuat polemik dan perdebatan di kalangan warganet.
Banyak yang menyangsikan informasi yang disampaikan, namun tidak sedikit yang pula percaya akan narasi yang ia sampaikan yang dibalut dengan analisis forensik digital.
Dikutip dari situs resmi UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyesalkan adanya informasi yang menyesatkan yang disampaikan Rismon.
Apalagi mantan dosen ini merupakan alumnus dari Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
“Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat dengan informasi yang bermanfaat,” kata Sigit, Jumat (21/3) di Kampus UGM.
Sigit menyampaikan sebagai seorang dosen seharusnya Rismon dalam menyimpulkan suatu informasi harus didasarkan pada fakta dan metode penelitian yang baik.
Menurut Sigit, seharusnya Rismon tidak hanya menampilkan ijazah dan skripsi Joko Widodo saja yang ditelaah namun harus juga melakukan perbandingan dengan ijazah dan skripsi yang diterbitkan pada tahun yang sama di Fakultas Kehutanan.
Soal penggunaan Font Time New Roman pada sampul skripsi dan ijazah seperti yang dituduhkan oleh Rismon dianggap meragukan keaslian dokumen, Sigit menegaskan bahwa di tahun itu sudah jamak mahasiswa menggunakan font time new roman atau huruf yang hampir mirip dengannya, terutama untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di tempat percetakan.
Bahkan di sekitaran kampus UGM itu sudah ada percetakan seperti Prima dan Sanur (sudah tutup-red) yang menyediakan jasa cetak sampul skripsi.
“Fakta adanya mesin percetakan di sanur dan prima juga seharusnya diketahui yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM,” tegasnya.
Sementara pada bulan Mei lalu, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menghentikan penyelidikan terhadap dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo karena tidak ditemukan adanya perbuatan pidana.
"Sehingga perkara ini dihentikan penyelidikannya,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro saat konferensi pers, Kamis, 22 Mei 2025.
Djuhandahani menyatakan Bareskrim telah melaksanakan uji banding terhadap ijazah sarjana milik Jokowi dengan tiga ijazah milik rekannya yang satu angkatan kuliahdi Fakultas Kehutanan UGM.
"Baik pembandingnya itu ijazah asli pada angkatan dan tahun yang sama, yang seangkatan dengan Bapak Jokowi," katanya.
Impor Gula
Eks Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong mengungkapkan penugasan impor gula atas perintah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Hal itu disampaikan Tom Lembong saat dihadirkan menjadi saksi untuk perkara importasi gula melibatkan Kementerian Perdagangan periode 2015-2016, terdakwa mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI), Charles Sitorus di PN Tipikor Jakarta Pusat, Senin (30/6/2025).
"Baik, coba untuk lebih jelas tapi singkat mohon diterangkan.
Awal mula sampai kemudian keluarnya surat penugasan (Impor gula) tersebut, sampai dengan terlaksananya importasi gula yang menunjuk kepada delapan perusahaan," tanya Hakim Ketua Dennie Arsan di persidangan.
Tom Lembong mengatakan saat dirinya pertama kali ditunjuk dan mulai menjabat sebagai Menteri Perdagangan.
Semua harga-harga pangan, mulai dari beras, daging sapi, jagung, ayam, telur mengalami gejolak harga.
"Hampir semua bahan pokok, bahan pangan mengalami gejolak harga. Sebagai Menteri-menteri Bidang Perekonomian yang bertanggung jawab.
Kami kemudian menindaklanjuti perintah presiden agar pemerintah segera menindak, mengambil tindakan yang diperlukan untuk meredam gejolak harga-harga tersebut," kata Tom Lembong.
Tom bahkan mengaku dirinya dipuji Presiden Joko Widodo karena berhasil stabilkan harga gula.
"Seingat saya, saya juga diinformasikan, dan bahkan saya mendapat apresiasi dari Bapak Presiden dan Wakil Presiden harga pangan mulai stabil di Juni-Juli 2016," kata Tom Lembong.
Lanjutnya khusus harga gula mulai turun di triwulan tiga 2016 dan turun di triwulan empat 2016.
"Sampai akhirnya mendekati tingkat harga gula di awal-awal 2016," jelasnya.
Kemudian jaksa menanyakan dengan harga berapa harga gula kembali stabil.
"Dengan harga pertama ketika penugasan Rp12.560 atau berapa?" tanya jaksa kembali.
"Sekitar segitu," jawab Tom Lembong.
Baca juga: Peran Jokowi dalam Impor Gula Terungkap, Tom Lembong Pernah Dipuji karena Berhasil Stabilkan Harga
(*)
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 3 'Serangan' kepada Jokowi: Tudingan Ijazah Palsu hingga Pengakuan Tom Lembong Soal Impor Gula
Rumor Ijazah Jokowi Dicetak di Pasar Pramuka, Roy Suryo Beber Ciri Mantan Wamen yang Diduga Terlibat |
![]() |
---|
Alasan Kenapa Jokowi Perlu Dihadirkan Jadi Saksi Tom Lembong, Disebut Beri Perintah |
![]() |
---|
'Matahari Hanya Satu Yaitu Presiden Prabowo,' Kata Jokowi soal Isu Matahari Kembar di Indonesia |
![]() |
---|
Apa Itu 'Matahari Kembar' di Pemerintahan Saat Ini? Merajuk Kepemimpinan Prabowo dan Jokowi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.