Liga Italia

Allegri Bawa AC Milan Selangkah di Depan Inter dan Juventus, 2 Minggu Kerja Ekstra Menjadi Pembeda

Massimiliano Allegri secara resmi mulai bekerja kembali untuk AC Milan, dan Ia membawa banyak perubahan.

IG/massimilianoallegriofficial
UPDATE AC MILAN - Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri (kiri), berama Direktur Olahraga, Igli Tare. Setelah beberapa kali menyambangi Casa Milan untuk menyusun strategi transfer bersama manajemen klub, Massimiliano Allegri secara resmi kembali menginjakkan kaki di Milanello, dan mulai bekerja. (IG/massimilianoallegriofficial) 

TRIBUNKALTIM.CO - Massimiliano Allegri secara resmi mulai bekerja kembali untuk AC Milan.

Setelah beberapa kali menyambangi Casa Milan untuk menyusun strategi transfer bersama manajemen klub, Massimiliano Allegri secara resmi kembali menginjakkan kaki di Milanello, dan mulai bekerja.

Tepatnya, kembali karena bagi Allegri, tempat ini bukan hal baru.

Suasananya mungkin telah banyak berubah, namun ia tetap memahami atmosfernya.

Baca juga: Bursa Transfer Liga Italia - AC Milan Intip Peluang Boyong eks Winger Real Madrid ke San Siro

Baca juga: Skuad AC Milan Mulai Terbentuk, Samuele Ricci Lengkapi Sektor Tengah, Allegri Cari Striker Klasik

Dan itulah kekuatan utama yang dimilikinya: pengalaman dan pemahaman mendalam akan AC Milan.

Allegri tahu betul tantangan bermain untuk AC Milan dan tekanan tampil di San Siro.

Dua elemen fundamental ini membutuhkan pemain-pemain berkualitas yang dipilih dengan cermat.

Kehadiran Allegri di saat krusial ini dianggap sebagai jaminan stabilitas dan arah yang jelas.

Baca juga: Viral! Goyangan Pacu Jalur Mendunia, AC Milan Hingga PSG tak Mau Ketinggalan Tren

Ia tengah membangun tim sesuai visinya bersama Direktur Olahraga Igli Tare, mengidentifikasi pemain yang sesuai untuk menyusun skuad seperti yang ia bayangkan.

Dilansir Tribun Kaltim dari La Gazzetta dello Sport, Allegri bukan pelatih yang mau “asal coba”.

Allegri memastikan, kembalinya Ia akan memimpin "Proyek Serius, Bukan Eksperimen" di AC Milan.

Ia tahu siapa yang diinginkannya dan menuntut ketegasan dalam proses perekrutan.

“Nama pertama dan kedua oke, yang ketiga lebih baik dihindari,” begitulah sikap yang melekat padanya.

Baca juga: Update Rekap Bursa Transfer Liga Italia: AC Milan, Inter Milan, Juventus, Napoli Hingga Como

Max dikenal sebagai pelatih yang mampu memaksimalkan potensi setiap pemain, dan reputasinya sebagai sosok yang mengutamakan hasil bukan sekadar mitos "kemenangan tipis" belaka.

Kemenangan tetaplah kemenangan, dan seperti yang ditunjukkan oleh Napoli-nya Antonio Conte musim lalu, pertahanan solid dan permainan efisien tetap jadi kunci.

Dalam hal ini, Allegri tahu betul apa yang harus dilakukan.

Ia tidak menjual mimpi, ia menjual hasil.

Baca juga: Daftar 7 Pemain Dibidik AC Milan di Bursa Transfer Liga Italia, Naksir Bintang Gaek Bayern Muenchen

Meski tegas, Allegri bukan “sersan besi” dalam artian kaku.

Ia hanya tidak mentoleransi sikap manja dalam ruang ganti.

Musim lalu, AC Milan dirundung banyak konflik internal yang merusak keseimbangan tim.

Di bawah kepemimpinannya, hal semacam itu tidak akan terjadi lagi.

Baca juga: Samuele Ricci, Bintang Timnas Italia Resmi Berseragam AC Milan, Pecah Rekor Transfer!

Kehadiran Allegri juga menyoroti kurangnya kepemimpinan dari pelatih sebelumnya seperti Paulo Fonseca dan Sérgio Conceição, yang dinilai gagal membangun hubungan kuat dengan para pemain.

Terlalu banyak pergantian pemain membuat skuad kehilangan arah dan pelatih pun kehilangan kredibilitas.

Sebaliknya, Allegri langsung mengirim sinyal tegas sejak awal: latihan ganda setiap hari.

Musim ini tanpa kompetisi Eropa, satu-satunya target yang realistis dan wajib adalah Scudetto.

Baca juga: Ardon Jashari Bisa Lebih Cepat Bersinar di AC Milan daripada Charles De Ketelaere

Igli Tare, seperti Allegri, juga dikenal sebagai sosok yang tak lunak.

Keduanya diyakini bisa bekerja sama secara harmonis.

Dalam relasi antara direktur olahraga dan pelatih, diskusi memang penting, namun keputusan akhir tetap milik pelatih.

Hingga kini, terlihat jelas bahwa Allegri tidak hanya “ikut arus” dalam urusan transfer, ia berperan aktif dan menentukan.

Baca juga: Ardon Jashari Bisa Lebih Cepat Bersinar di AC Milan daripada Charles De Ketelaere

Kerja sama ini dianggap sebagai proyek “uji kebangkitan” bagi keduanya.

Mereka punya semangat, kemarahan, dan hasrat besar untuk membuktikan diri di level tertinggi.

Untuk membangun kembali skuad yang sempat terpecah belah, langkah pertama adalah memahami para pemain, baik secara personal maupun taktik.

“Taruh mereka di sofa, dan ajak bicara,” begitu kira-kira pendekatan yang dianjurkan.

Baca juga: Samuele Ricci, Bintang Timnas Italia Resmi Berseragam AC Milan, Pecah Rekor Transfer!

Musim lalu, AC Milan dinilai kehilangan rasa hormat terhadap lambang klub, terhadap pelatih, bahkan terhadap satu sama lain.

Allegri datang untuk memulihkan semua nilai tersebut.

Sementara itu, jika dibandingkan Inter Milan dan Juventus, AC Milan serta Napoli disebut punya keunggulan kecil: mereka memulai perombakan lebih awal.

Dalam konteks sepak bola profesional, dua minggu kerja ekstra bisa menjadi pembeda besar dalam pembentukan tim dan mental juara. (*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved