Berita Balikpapan Terkini

DPRD Balikpapan Beber Strategi Air Baku Jangka Panjang Lewat Mahakam dan Sepaku

Komisi II DPRD Balikpapan menegaskan pentingnya strategi jangka panjang dalam menjamin pasokan air baku.

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
ANGKA PANJANG - Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah. Dia menyebut, pemanfaatan sumber air baku luar daerah merupakan rencana jangka panjang. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Balikpapan menegaskan pentingnya strategi jangka panjang dalam menjamin pasokan air baku, dengan mengarahkan perhatian pada pemanfaatan sumber air dari luar daerah, seperti Sungai Mahakam dan Bndungan Sepaku Semoi.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyebut bahwa rencana tersebut telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditargetkan hingga tahun 2030.

Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaannya tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

"Itu jangka panjang, tidak bisa kita targetkan dalam 1–2 tahun ini," jelas Fauzi, Minggu (6/07/2025).

Baca juga: Pertumbuhan Penduduk Balikpapan Tekan Ketersediaan Air Bersih, DPRD Soroti Sumber Air Baku

Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antarwilayah, khususnya dengan Pemerintah Kota Samarinda, dalam mengelola potensi Sungai Mahakam sebagai salah satu sumber air baku utama untuk Kota Balikpapan.

“Kalau kerja sama itu bisa terwujud, tentu akan sangat membantu menjamin ketersediaan air baku jangka panjang bagi Balikpapan,” ujarnya.

Di sisi lain, saat ini Perumda Tirta Manuntung (PDAM) masih berupaya mengoptimalkan pasokan dari sumber yang ada serta terus menekan angka kebocoran pipa.

Sementara itu, rencana penyambungan jaringan pipa baru masih dalam tahap pembahasan.

Baca juga: Sumber Air Baku PDAM Terbatas, Balikpapan Perlu Pasokan Air Baru, Japar: Bukan hanya Sungai Mahakam

Hal ini disebabkan kuota sambungan belum bisa ditentukan karena keterbatasan pasokan air baku yang tersedia.

"Kalau kita maunya, semua daftar tunggu bisa pasang SR (sambungan rumah) semua. Tapi kan tidak mungkin semua bisa diakomodasi (sekaligus), secara bertahap lah," tutup Fauzi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved