Berita Kukar Terkini

SMPN 3 Tenggarong Kukar Gelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan Ramah Tanpa Kekerasan

SMP Negeri 3 Tenggarong memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026

TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
MPLS - Di hari pertama, sekolah menegaskan komitmen untuk menjalankan MPLS yang ramah, edukatif, dan bebas dari kekerasan. Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani, menegaskan kegiatan MPLS tidak boleh mengandung unsur perpeloncoan. (TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – SMP Negeri 3 Tenggarong memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 pada Senin (14/7/2025).

Di hari pertama, sekolah menegaskan komitmen untuk menjalankan MPLS yang ramah, edukatif, dan bebas dari kekerasan.

Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani, menegaskan kegiatan MPLS tidak boleh mengandung unsur perpeloncoan.

 Semua aktivitas dirancang untuk membangun kenyamanan, rasa percaya diri, dan semangat siswa baru dalam memasuki lingkungan sekolah.

Baca juga: Operasi Patuh Mahakam 2025 Dimulai, Polres Kukar Fokuskan Penindakan di Titik Rawan

“Tema hari ini adalah ‘MPLS yang Ramah’. Jadi tidak ada kekerasan di dalamnya. Semua kegiatan kami pastikan berjalan menyenangkan dan positif,” kata Sariyani saat ditemui di sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan pelaksanaan MPLS dipantau langsung oleh Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Rubianto. Bahkan, SMPN 3 menjadi salah satu dari tiga sekolah yang akan menerima kunjungan tim monitoring dan evaluasi dari Provinsi Kalimantan Timur.

“Monitoring dari provinsi juga akan datang ke sini. Selain kami, juga di SMPN 1 Tenggarong dan SMPN 1 Tenggarong Seberang,” ujarnya.

Tahun ini, SMPN 3 Tenggarong menerima 10 rombongan belajar, masing-masing terdiri dari 32 siswa, sesuai batas maksimal dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jika melebihi kuota, sistem akan otomatis menolak pendaftaran.

“Jumlah siswa dalam satu rombel tidak boleh lebih dari 32, karena akan terkunci otomatis di Dapodik,” jelasnya.

Dari total 320 siswa baru, sebanyak 159 orang diterima melalui jalur domisili, sementara sisanya berasal dari jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Proses penerimaan mengikuti urutan jalur yang telah ditetapkan pemerintah, dengan sistem berbasis titik koordinat.

“Jalur domisili itu terakhir. Kalau titik koordinatnya tidak masuk zona, otomatis harus ikut jalur lain. Itu sudah otomatis tersaring dalam sistem,” terang Sariyani.

Sementara itu, Koordinator Pengawas, Rubianto, mengingatkan agar MPLS benar-benar dilaksanakan tanpa praktik kekerasan atau atribut tidak wajar. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana aman dan menyenangkan bagi peserta didik.

“MPLS ini harus membuat anak-anak merasa nyaman, bukan takut. Mereka harus dikenalkan dengan lingkungan sekolah secara positif, agar tumbuh rasa percaya diri dan semangat belajar,” kata Rubianto.

Sariyani mengimbau agar orang tua turut mengambil peran aktif di hari-hari awal sekolah. Ia mengapresiasi antusiasme para wali murid yang hadir mendampingi anak-anaknya pada hari pertama MPLS.

“Pesan saya di hari pertama sekolah, seharusnya sesuai dengan edaran yang ada, orang tua mendampingi anaknya. Jadi, hari pertama itu anak didampingi dulu. Saya senang tadi melihat banyak orang tua yang datang mendampingi,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah lima hari ke depan, orang tua bisa mulai melepas anak-anaknya secara bertahap. Namun yang terpenting adalah memberikan dukungan moral agar anak merasa nyaman bersekolah.

“Yang penting, beri semangat kepada anak-anak bahwa pembelajaran di SMP Negeri 3 itu menyenangkan dan sudah berbasis teknologi,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved