Sabtu, 18 April 2026

Berita Bontang Terkini

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook, Sekolah di Bontang Pastikan Bantuan Bermanfaat

Proyek senilai triliunan rupiah itu mengalirkan sekitar 1,2 juta unit laptop ke berbagai daerah, termasuk Kota Bontang

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
LAPTOP CROMEBOOK - Kepala Sekolah SMP YPPI Kota Bontang, Safriyati. YPPI adalah salah satu sekolah dari 10 sekolah di Kota Bontang yang mendapatkan bantuan laptop Chromebook untuk program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019–2022  (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Dugaan korupsi dalam proyek Chromebook untuk program Digitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2019–2022 menyita perhatian publik. 

Proyek senilai triliunan rupiah itu mengalirkan sekitar 1,2 juta unit laptop ke berbagai daerah, termasuk Kota Bontang.

Berdasarkan data terbuka yang diakses melalui laman resmi Kemendikbud, (https://lookerstudio.google.com/u/0/reporting/...), tercatat ada 13 sekolah di Bontang yang menerima bantuan. Mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SLB.

Baca juga: Butuh Uang, Pemuda di Bontang Nekat Curi Kompresor, Terancam 7 Tahun Penjara

Beberapa di antaranya adalah TK Kartini V-10, SD Alam Baiturahman, SDN 002 Bontang Selatan, SDN 001 Bontang Utara, SMP IT Yabis, SMP Advent, SMP Imanuel, SMP YPPI, SMP Perintis, SMP Galilea, SMP Islam Nurul Iman, SMA Hidayatullah, dan SLB Negeri Bontang.

Namun, dari jumlah tersebut, bantuan ke tiga sekolah dibatalkan: SD Alam Baiturahman, SDN 002 Bontang Selatan, dan SDN 001 Bontang Utara.

Sekolah Pastikan Barang Berfungsi

Tim TribunKaltim.co menyambangi sejumlah sekolah penerima untuk memastikan kondisi barang yang sempat terseret isu dugaan korupsi itu.

Di SMP YPPI Bontang, Jalan WR Soepratman, Kelurahan Tanjung Laut, Kepala Sekolah Safriyati menegaskan bahwa bantuan yang diterima pada 2021 dalam kondisi baik dan sangat bermanfaat.

“Laptop digunakan setiap tahun untuk ujian ANBK. Kami juga pakai untuk praktik komputer, bahkan guru kadang menggunakannya untuk persiapan materi pembelajaran,” kata Safriyati, saat ditemui, Rabu (16/7/2025).

Sebelum ada bantuan, sambung dia, SMP YPPI harus menumpang ujian di SMK Negeri 2 dengan biaya hingga jutaan rupiah. 

“Setelah ada bantuan, alhamdulillah kami bisa melaksanakan ujian secara mandiri,” ujarnya.

Saat TribunKaltim.co mengecek kondisi barang, unit masih tersimpan rapi di lemari sekolah. 

Tiga laptop dicoba dinyalakan awalnya mati karena belum terisi daya, namun menyala normal setelah beberapa menit diisi listrik. 

Fungsi keyboard, koneksi internet, dan akses ke platform seperti Google dan YouTube juga berjalan lancar.

“Barangnya bagus, tidak ada masalah. Terakhir dipakai kemarin,” tambahnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved