Minggu, 7 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja dan Penyebab Perang

Ini perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja dan penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Tangkapan Layar BBC
THAILAND VS KAMBOJA - Peta konflik antara Thailand dengan Kamboja. Inilah perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja dan penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025.(Tangkapan Layar BBC) 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja dan penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025. 

Ulasan seputar seperti apa perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja hingga apa sebenarnya penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025 sedang menjadi sorotan.

Meskipun sama-sama anggota ASEAN, Thailand dan Kamboja memiliki kapasitas militer yang sangat berbeda.

Data Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS)menunjukkan Thailand memegang keunggulan jelas dalam banyak aspek, didukung anggaran pertahanan jauh lebih besar dan modernisasi berkelanjutan.

Baca juga: Awal Mula Konflik Thailand dengan Kamboja Hingga Mengakibatkan Perang di Wilayah Perbatasan

Perbedaan kekuatan ini menjadi faktor penting dalam dinamika konflik yang sedang berlangsung, mempengaruhi kalkulasi strategis masing-masing pihak.

Mari kita bedah lebih dalam perbandingan kekuatan militer kedua negara bertetangga ini.

Insiden Terbaru Pemicu Eskalasi 

Ketegangan di perbatasan memuncak setelah serangkaian insiden.

Pemicu terbaru adalah ledakan ranjau pada Rabu (23/7/2025), yang melukai tentara Thailand di perbatasan.

Insiden ini kemudian berlanjut menjadi saling tembak dan serangan roket pada Kamis (24/7/2025) di dekat Kuil Prasat Ta Moan Thom yang disengketakan di provinsi Surin, Thailand, sekitar 360 kilometer dari ibu kota Bangkok.

Kuil Prasat Ta Moan Thom (juga dikenal sebagai Prasat Ta Muen Thom dalam bahasa Thai) adalah sebuah kompleks candi kuno Khmer yang terletak tepat di perbatasan Thailand dan Kamboja, di Pegunungan Dangrek.

Kuil ini menjadi salah satu titik api dalam sengketa perbatasan yang berkepanjangan antara kedua negara.

THAILAND VS KAMBOJA - Tentara Kamboja dilaporkan melepaskan tembakan ke pangkalan militer Thailand di provinsi timur laut Surin pada Kamis (24/7/2025) pagi. Tentara Kerajaan Thailand dalam keterangan persnya mengatakan roket Kamboja juga menghantam wilayah Si Sa Ket di Thailand, seperti diwartakan Bangkok Post. Baku tembak antara tentara Kamboja dan Thailand juga terjadi di enam lokasi sepanjang perbatasan dua negara. Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin mengatakan 12 orang, termasuk 11 warga sipil, dan satu tentara tewas dalam penembakan artileri oleh pasukan Kamboja, Reuters melaporkan. Ia menambahkan bahwa 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka. (TRIBUNNEWS/SRIHANDRIATMO MALAU/AKBAR PERMAN)
THAILAND VS KAMBOJA - Tentara Kamboja dilaporkan melepaskan tembakan ke pangkalan militer Thailand di provinsi timur laut Surin pada Kamis (24/7/2025) pagi. Tentara Kerajaan Thailand dalam keterangan persnya mengatakan roket Kamboja juga menghantam wilayah Si Sa Ket di Thailand, seperti diwartakan Bangkok Post. Baku tembak antara tentara Kamboja dan Thailand juga terjadi di enam lokasi sepanjang perbatasan dua negara. Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin mengatakan 12 orang, termasuk 11 warga sipil, dan satu tentara tewas dalam penembakan artileri oleh pasukan Kamboja, Reuters melaporkan. Ia menambahkan bahwa 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka. Inilah perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja dan penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025.

 (TRIBUNNEWS/SRIHANDRIATMO MALAU/AKBAR PERMAN) (TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA)

Masing-masing pihak saling menyalahkan atas dimulainya serangan.

Eskalasi serius terjadi ketika Thailand bahkan mengerahkan jet tempur F-16 sebagai respons.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa sengketa atas Kuil Preah Vihear dan wilayah sekitarnya masih menjadi isu sensitif yang perlu diselesaikan secara damai. 

Thailand: Kekuatan Militer Regional yang Didanai Baik 

Menurut data dari Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS), yang dikutip oleh Reuters, Thailand mempertahankan kekuatan militer yang substansial di kawasan.

Negara ini memiliki lebih dari 360.000 personel angkatan bersenjata aktif, menjadikannya salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Komitmen Thailand terhadap pertahanan tercermin dari anggaran yang signifikan, mencapai 5,7 miliar dolar AS tahun lalu.

Anggaran sebesar ini memungkinkan Thailand untuk terus memodernisasi dan memelihara kapasitas militernya.

Dalam hal perangkat keras darat, Thailand memiliki sekitar 400 tank tempur, yang memberikan daya gempur signifikan.

Selain itu, mereka diperkuat dengan lebih dari 1.200 pengangkut personel lapis baja (APC), yang esensial untuk mobilitas pasukan dan perlindungan di medan perang.

Sektor artileri juga kuat dengan sekitar 2.600 senjata artileri berbagai jenis.

Angkatan Udara Thailand juga cukup mumpuni, dilengkapi dengan armada pesawat terbang yang beragam, termasuk jet tempur canggih, pesawat penumpang untuk logistik, berbagai jenis helikopter, dan yang tak kalah penting, kendaraan udara tak berawak (UAV) atau drone, yang berperan vital dalam pengintaian dan serangan presisi.

Kombinasi ini menempatkan Thailand sebagai kekuatan militer regional yang patut diperhitungkan.

Kamboja: Militer yang Berkembang dengan Sejarah Unik 

Di sisi lain, Kamboja memiliki kekuatan militer yang lebih kecil namun terus berkembang, terutama mengingat sejarah pembentukan angkatan bersenjatanya.

Data IISS yang dikutip Al Jazeera juga menunjukkan bahwa tahun lalu, Kamboja memiliki anggaran pertahanan sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Angka ini, meski lebih kecil dari Thailand, menunjukkan peningkatan investasi dalam sektor pertahanan.

Jumlah personel militer aktif Kamboja mencapai setidaknya 124.300 orang.

Angkatan bersenjata Kamboja dibentuk pada tahun 1993 melalui penggabungan unik dari tiga faksi militer yang berbeda pasca-konflik.

Ini termasuk bekas militer komunis negara itu dan dua tentara perlawanan lainnya.

Dari penggabungan ini, Tentara Kerajaan Kamboja (Royal Cambodian Army) menjadi komponen terbesar dengan sekitar 75.000 prajurit.


Dalam hal alutsista darat, Kamboja diperkirakan memiliki lebih dari 200 tank tempur, yang sebagian besar kemungkinan adalah model lama namun masih berfungsi.

Untuk artileri, mereka memiliki sekitar 480 senjata artileri.

Meskipun angka-angka ini lebih rendah dibandingkan Thailand, militer Kamboja tetap menjadi kekuatan signifikan dalam konteks pertahanan negaranya dan mampu menjaga kedaulatan di perbatasan.

Baca juga: Skandal Telpon dengan Eks Pemimpin Kamboja Bocor, Kini PM Thailand Paetongtarn Shinawatra Diskors MK

Perbandingan Kunci: Anggaran, Personel, dan Alutsista 

Secara keseluruhan, seperti dilansir Tribunnews.com di artikel berjudul Perbandingan Kekuatan Militer Thailand Vs Kamboja: Siapa Negara ASEAN yang Lebih Unggul?, perbandingan kekuatan militer menunjukkan Thailand memiliki keunggulan kuantitatif dan kualitatif yang jelas atas Kamboja.

Anggaran Pertahanan: Thailand mengalokasikan sekitar 5,7 miliar dolar AS, hampir 4,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Kamboja yang sebesar 1,3 miliar dolar AS. 

Perbedaan anggaran ini memungkinkan Thailand untuk berinvestasi lebih banyak dalam pelatihan, teknologi, dan pemeliharaan alutsista.

Jumlah Personel: Thailand memiliki hampir tiga kali lipat personel militer aktif dibandingkan Kamboja (360.000 vs 124.300). 

Alutsista Darat: Thailand unggul dalam jumlah tank tempur (400 vs 200+) dan artileri (2.600 vs 480). 

Thailand juga memiliki jumlah pengangkut personel lapis baja yang jauh lebih besar. 

Angkatan Udara: Thailand memiliki angkatan udara yang lebih modern dan beragam, termasuk pesawat tempur canggih dan drone, sementara informasi tentang kapasitas udara Kamboja cenderung lebih terbatas. 

Meskipun demikian, dalam konteks konflik perbatasan yang seringkali melibatkan skirmish lokal, strategi, geografi, dan motivasi pasukan di lapangan dapat memainkan peran yang sama pentingnya dengan jumlah total kekuatan militer.

Namun, dalam skenario eskalasi yang lebih luas, keunggulan Thailand dari segi anggaran dan inventaris militer tentu akan menjadi faktor penentu.

Awal Mula Konflik

DIlansir Kompas.com, ketegangan antara Thailand dan Kamboja bukan hal baru.

Pada 2011, pasukan Thailand dan Kamboja bentrok di daerah sekitar kuil Preah Vihear abad ke-11, mengakibatkan ribuan orang dari kedua pihak mengungsi dan menewaskan sedikitnya 20 orang.

Tahun ini situasi memanas sejak Mei lalu, ketika satu tentara Kamboja tewas dalam baku tembak dengan pasukan Thailand di wilayah sengketa Segitiga Zamrud, perbatasan yang mempertemukan Thailand, Kamboja, dan Laos.

Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi krisis diplomatik yang berdampak pada dinamika politik dalam negeri Thailand.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, diskors dari jabatannya setelah rekaman percakapan pribadinya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, bocor ke publik.

Dalam rekaman tersebut, ia terdengar mengkritik tindakan militer negaranya sendiri dan memanggil Hun Sen dengan sebutan "paman".

Pada Rabu (23/7/2025), bentrokan Thailand dan Kamboja terjadi setelah lima tentara Bangkok terluka akibat ledakan ranjau darat.

Insiden ini mendorong Thailand menarik pulang duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Thailand juga menutup seluruh penyeberangan perbatasan dengan Kamboja.

Baca juga: 10 Fakta Kamboja dan Thailand Saling Serang di Perbatasan, Duduk Perkara hingga Situasi Terkini

Ketegangan meningkat lagi pada Kamis (24/7/2025) pagi waktu setempat ketika militer Thailand menuduh pasukan Kamboja melepaskan tembakan ke pangkalan militer “Negeri Gajah Putih” itu, yang terletak di dekat kuil Ta Muen Thom, situs perbatasan yang menjadi sengketa kedua negara.

Bangkok juga menuduh Kamboja menembakkan dua roket BM-21 ke wilayah sipil di distrik Kap Choeng, Provinsi Surin, Thailand.

Kementerian Luar Negeri Thailand mengungkapkan, serangan Kamboja terhadap wilayah sipil terus berlanjut sepanjang Kamis, termasuk di rumah sakit di Surin.

Thailand menyebut bahwa Kamboja sebelumnya menerbangkan drone ke wilayah tersebut sebelum mengirim pasukan bersenjata.

Kamboja membantah tuduhan-tuduhan Thailand.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, mengatakan bahwa pasukan negaranya bertindak dalam batas pembelaan diri setelah terjadi pelanggaran wilayah oleh pasukan Thailand. 

Itulah tadi ulasan seputar perbandingan kekuatan militer Thailand vs Kamboja dan penyebab perang Thailand vs Kamboja terbaru 2025. 

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved