Iran Vs Amerika Memanas
Putin: Tidak Ada Tindakan Iran yang Bisa Membenarkan Serangan Amerika Serikat
Putin sebut tak ada provokasi Iran yang bisa membenarkan serangan AS, dan dukung gencatan senjata untuk perdamaian.
Ringkasan Berita:
- Putin sebut tak ada provokasi Iran yang bisa membenarkan serangan AS, dan dukung gencatan senjata untuk perdamaian.
- Rusia bantah Iran kembangkan nuklir dan tawarkan solusi ekspor uranium lewat jalur diplomasi.
- Putin klaim Iran tetap stabil di tengah konflik dan Rusia tidak memasok senjata ke Teheran.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Rusia Vladimir Putin menilai tidak ada dasar yang dapat membenarkan serangan Amerika Serikat terhadap Iran dalam eskalasi konflik di kawasan Asia Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum ekonomi internasional di St. Petersburg saat menanggapi pertanyaan mengenai situasi terkini antara AS, Israel, dan Iran.
Putin menegaskan bahwa Rusia tidak melihat adanya provokasi dari pihak Iran yang dapat dijadikan alasan atas tindakan militer tersebut.
Baca juga: Balas Serangan, Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas memburuknya stabilitas kawasan akibat meningkatnya ketegangan antarnegara yang terlibat konflik.
"Saya tidak melihat adanya provokasi dari pihak Iran," kata Putin, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (6/6/2026).
Ia juga mengungkapkan keprihatinan Rusia terhadap memburuknya hubungan antarnegara di Asia Barat akibat perang yang melibatkan AS dan Israel di Iran.
Menurut Putin, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan permusuhan merupakan langkah yang tepat.
"Ini adalah satu-satunya keputusan yang tepat. Kami sangat berharap bahwa gencatan senjata yang saat ini berlaku akan mengarah pada perdamaian jangka panjang," ujar Putin lagi.
Putin menambahkan bahwa Rusia siap bekerja sama dengan seluruh pihak yang terlibat guna mempercepat tercapainya penyelesaian damai.
Baca juga: Trump Akui Iran Kuat dan Punya Harga Diri Tinggi Meski Fasilitas Militer Hancur
Terkait isu nuklir Iran, Putin menegaskan bahwa usulan Rusia untuk mengekspor uranium yang diperkaya dari Iran masih tetap berada di atas meja perundingan.
"Usulan kami tetap dipertimbangkan, kami tidak memaksakan apa pun."
"Jika pihak-pihak yang terlibat dalam perang sampai pada kesimpulan bahwa ini adalah saran yang baik, silakan, jika tidak, kami hanya akan memantau situasinya," lanjutnya.
Menurut Putin, Rusia saat ini terus menjalin kontak dengan AS, Iran, dan Israel terkait persoalan uranium yang diperkaya Iran.
Ia juga menegaskan bahwa Moskow tidak memiliki bukti bahwa Teheran sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250818_Putin-Bertemu-Trump.jpg)