Jumat, 24 April 2026

Konflik Thailand Vs Kamboja

Kemlu Ungkap Kondisi 15 WNI yang Berada di Perbatasan Thailand dan Kamboja

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi 15 WNI yang berada di perbatasan Thailand dan Kamboja.

Editor: Amalia Husnul A
Instagram indonesiainbangkok/indonesiainphnompenh
KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Imbauan dari KBRI Bangkok dan Phnom Penh untuk WNI yang berada di perbatasan Thailand-Kamboja. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap kondisi 15 WNI yang berada di perbatasan Thailand dan Kamboja.(Instagram indonesiainbangkok/indonesiainphnompenh) 

Perihal perkembangan situasi, kantor perwakilan RI di Kamboja dan Thailand akan terus memantau kondisi terkini dan menginformasikannya secara berkala.

Masuki Fase Mematikan

Sementara itu, konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja tengah memasuki fase mematikan.

Ketegangan mendalam terjadi sejak insiden ranjau darat pada 23 Juli di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani, yang menyebabkan beberapa tentara Thailand mengalami luka serius dan bahkan satu orang kehilangan kakinya.

Sehari kemudian, pertukaran serangan dengan senjata berat seperti artileri, BM‑21 rocket, dan serangan udara menggunakan F‑16 berlangsung intens hingga menelan korban sipil dan militer di kedua pihak, serta memicu pengevakuasian massal warga sekitar.

Thailand segera memberlakukan keadaan darurat militer di delapan distrik di Provinsi Chanthaburi dan satu distrik di Trat, yakni di sekitar kawasan perbatasan.

Pemerintah setempat mengambil langkah penutupan total perbatasan di enam provinsi sejak pertengahan Juni, menyusul eskalasi ketegangan yang terus berlangsung.

Pembatasan akses diberlakukan untuk lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki, kecuali dalam kasus kemanusiaan seperti pendidikan dan perawatan medis

Hingga laporan terakhir, jumlah korban sipil di Thailand mencapai puluhan orang, termasuk tewas, luka-luka, dan kerusakan infrastruktur publik.

Puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi ke lokasi lebih aman.

Di satu sisi, Kamboja juga melaporkan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran dari wilayah perbatasannya termasuk di Provinsi Oddar Meanchey.

PBB, ASEAN, dan sejumlah negara besar mendesak gencatan senjata dan dialog damai segera dilakukan untuk mencegah konflik melebar menjadi perang terbuka regional

Latar Belakang Konflik

Sebelum bentrokan pecah, Thailand telah memanggil pulang duta besarnya dari Kamboja pada Rabu malam (23/7/2025).

Thailand juga menyatakan akan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok.

Langkah itu dipicu oleh insiden ranjau darat yang melukai dua tentara Thailand dalam seminggu terakhir.

Menurut otoritas Thailand, ranjau baru dipasang di wilayah perbatasan yang masih disengketakan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved