Rabu, 27 Mei 2026

Berita Internasional Terkini

Mengenal Kuil Preah Vihear yang Jadi Penyebab Perang Thailand vs Kamboja

Terjawab sudah penyebab perang Thailand vs Kamboja, cek perang Kamboja Thailand karena apa dan fakta Kuil Preah Vihear.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Kompas TV
PERANG KAMBOJA -THAILAND- Konflik bersenjata yang kembali meletus antara Thailand dan Kamboja memuncak di kawasan perbatasan dekat kuil kuno bernilai historis. Terjawab sudah penyebab perang Thailand vs Kamboja, cek perang Kamboja Thailand karena apa dan fakta Kuil Preah Vihear.(Kompas TV) 

Ketegangan berubah menjadi kontak senjata antara pasukan kedua negara di area perbatasan.

Insiden bersenjata ini berlangsung berkali-kali antara 2008 hingga 2011 dan menimbulkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Untuk mengurangi eskalasi, Thailand dan Kamboja sepakat melakukan gencatan senjata pada Agustus 2010.

Namun, konflik bersenjata kembali terjadi pada 4 hingga 6 Februari 2011.

Situasi ini mendorong keterlibatan ASEAN dalam mencari solusi damai.

Langkah mediasi Thailand dan Kamboja Pada 22 Februari 2011, berlangsung pertemuan informal para Menteri Luar Negeri ASEAN di Jakarta yang membahas secara khusus konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja.

Dalam forum tersebut, kedua negara sepakat melakukan tiga hal: menghidupkan dialog damai melalui mekanisme Traktat Persahabatan dan Kerja Sama (TAC), menghentikan pertempuran secara permanen, serta melibatkan ASEAN sebagai penengah dalam proses penyelesaian. ASEAN, di bawah kepemimpinan Indonesia sebagai ketua saat itu, juga mengusulkan pengiriman tim pemantau ke wilayah sengketa.

Upaya mediasi Thailand dan Kamboja di bawah ASEAN berlangsung lancar.

Usulan ini diterima oleh kedua negara.

Baca juga: Update Perang Thailand vs Kamboja: Jet Tempur Dikerahkan, 16 Tewas, 120 Ribu Mengungsi

Mereka kemudian menyusun kerangka acuan bersama sebagai pedoman kerja bagi tim pemantau asal Indonesia.

Pada 18 Juli 2012, Thailand dan Kamboja sama-sama menarik pasukan militernya dari kawasan perbatasan dekat Kuil Preah Vihear.

Kebijakan ini diambil untuk memberi ruang bagi tim pemantau Indonesia menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kamboja menarik 500 personel militer dari sekitar kuil dan menggantinya dengan 250 polisi serta 100 petugas keamanan.

Thailand juga menyatakan akan melakukan penarikan dan penggantian personel militernya dengan aparat sipil.

Langkah ini menandai fase baru dalam pengelolaan konflik, yang kini lebih mengedepankan pendekatan sipil dan diplomasi internasional.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved