Kamis, 7 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Proyek RDMP Balikpapan, RFCC Ditarget Beroperasi Oktober 2025

Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Tayang:
HO/PERTAMINA
TINJAU RDMP - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Jumat (25/7/2025), sebagai bentuk komitmen dalam mengawal penyelesaian salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) paling krusial dalam sektor energi Indonesia. (HO/PERTAMINA) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, baru-baru saja.

Ini sebagai bentuk komitmen dalam mengawal penyelesaian salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) paling krusial dalam sektor energi Indonesia.

Kunjungan yang dipimpin Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Todotua Pasaribu tersebut turut dihadiri jajaran Direksi PT Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Mereka meninjau langsung progres pembangunan berbagai unit utama proyek, termasuk unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang menjadi pusat perhatian dalam pengembangan teknologi kilang nasional.

RFCC adalah salah satu unit utama dalam kilang minyak modern yang berfungsi untuk mengolah residu berat (sisa dari distilasi minyak mentah) menjadi produk-produk bernilai tinggi seperti bensin (gasoline), LPG, light cycle oil (LCO), dan produk petrokimia lainnya.

Baca juga: RDMP Balikpapan Dorong Budaya Kerja Humanis untuk Dukung Target Indonesia Emas 2045

“Kami senang karena secara keseluruhan progres proyek ini sudah mencapai sekitar 96 persen. Dan khusus RFCC, saat ini progresnya sudah menuju 98 persen,” ujar Todotua di sela kunjungan.

Ia menargetkan unit RFCC dapat mulai beroperasi secara bertahap pada Oktober 2025.

“Kami akan terus monitor dari awal start up di bulan Oktober tahun ini,” tambahnya.

Proyek RDMP Balikpapan merupakan transformasi besar terhadap performa kilang nasional.

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, proyek ini juga mendorong kilang menghasilkan produk setara standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: PT Kilang Pertamina Balikpapan Mantapkan Langkah Menuju Fase Operasi RDMP 2025

Kompleksitas kilang pun meningkat tajam, dari indeks 3,7 menjadi 8,0 Nelson Complexity Index (NCI), mencerminkan kemampuan kilang untuk menghasilkan produk bernilai tinggi dari berbagai jenis minyak mentah.

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan tenaga lokal dalam proyek ini.

“Saya bangga terhadap proyek RDMP Balikpapan. Berdasarkan diskusi kami dengan Direktur Pengembangan KPB, proyek ini melibatkan sekitar 400 engineer Indonesia. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan kualitas SDM dalam negeri dalam membangun infrastruktur energi berteknologi tinggi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Balikpapan Diprediksi Melambat Pasca Proyek RDMP Selesai, Walikota tetap Optimis

“Mudah-mudahan ini menjadi kebangkitan baru Pertamina dan menumbuhkan semangat untuk terus membangun negeri,” lanjutnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved