Berita Balikpapan Terkini
Harga Beras di Balikpapan Merangkak Naik, Satgas Pangan Panggil 3 Distributor Diduga Langgar HET
Di Kalimantan Timur seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan diselimuti kabar harga beras yang mulai merangkak naik.
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM. CO, BALIKPAPAN - Di Kalimantan Timur seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan diselimuti kabar harga beras yang mulai merangkak naik.
Kontan hal ini membuat Satgas Pangan pun bergerak cepat, memanggil tiga distributor yang diduga menjual beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar kepada TribunKaltim.co pada Selasa (29/7/2025).
Dia beberkan, sebenernya informasi ini sumbernya dari Kota Samarinda, kemudian ditindaklanjuti oleh Satgas Pangan.
Baca juga: Walikota Balikpapan Rahmad Masud Ancam Tindak Distributor Nakal Jika Mainkan Harga Beras
"Ini yang terjadi bukan beras oplosan kalau di Balikpapan ini, tetapi para distributor menjual di atas harga HET," katanya.
Menurut Haemsuri Umar, ada tiga distributor yang dipanggil, dari keterangan distributor menaikkan harga beras karena ada beberapa hal yang diperhatikan.
"Pertama biaya-biaya produksi dari sumbernya sudah tinggi. Belum lagi ditambah ongkos operasional kemudian ongkos distribusi dari gudang ke pengecer. Sehingga harga pasti naik, " ungkapnya.
Sementara ini, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan sudah berkoordinasi dengan pihak distributor sepanjang harga HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan maka tidak akan dikenakan sanksi oleh Satgas Pangan.
"Kita tidak akan mengambil kebijakan terkait dengan toleransi untuk pedagang yang menaikkan harga sesuai HET," ungkapnya.
Baca juga: Warga Balikpapan Kaltim Geram Isu Beras Oplosan, Harga Beras Premium di Pasar Masih Stabil
"Jadi di Balikpapan tidak ada sama sekali itu beras oplosan, hanya harga jual di atas harga HET. Di Balikpapan juga naik harga beras, karena memang produksi kita lagi turun, kemudian ongkos produksi naik," tegasnya.
Untuk beras, informasi dari Bulog beber pasokannya cukup, sampai sekarang ada 1.000 ton beras yang berada di Gudang Bulog.
"Kalau kebutuhan beras di Kota Balikpapan 1.000 ton per bulan," katanya.
Pemkot Balikpapan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli beras di tempat resmi.
Langkah pengawasan ini dilakukan demi menjamin kualitas dan stabilitas harga pangan di Kota Balikpapan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250729_Beras-di-Balikpapan-Harga-Naik.jpg)