Berita Balikpapan Terkini
SMKN 4 Balikpapan Terapkan Teaching Factory, Cetak Lulusan Siap Kerja Bidang Kuliner
Model pembelajaran berbasis industri ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN — Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Balikpapan terus memperkuat perannya sebagai pencetak tenaga kerja terampil dengan menerapkan sistem pembelajaran Teaching Factory (Tefa).
Model pembelajaran berbasis industri ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya di bidang kuliner.
Melalui program ini, sebanyak 30 siswa yang tergabung dalam tim kuliner dibagi menjadi dua kelompok dan mengikuti pelatihan intensif selama satu bulan untuk setiap kelas secara bergiliran.
Baca juga: Kisah Brian Murpratomo, Pesulap yang Banting Setir Jadi Pengusaha Kuliner di Balikpapan
Dalam pelaksanaannya, para siswa diajak terlibat langsung dalam kegiatan produksi berbagai jenis kue dengan beberapa tahapan:
- Mulai dari tahap perencanaan resep;
- Pengolahan bahan;
- hingga proses pengemasan produk.
“Siswa kami dilatih layaknya tenaga kerja di industri makanan. Mereka merancang resep, menghitung kebutuhan bahan, memproduksi hingga mengemas dengan standar tertentu," ujar Sri Handayani, guru kuliner SMKN 4 Balikpapan yang menjadi pembimbing utama dalam program ini.
"Bahkan, sudah beberapa kali kami menerima pesanan dari luar, termasuk dari pihak hotel,” tambah Sri Handayani.
Kegiatan produksi yang menerima pesanan dari pihak eksternal bukan hanya menjadi ajang praktik, tetapi juga sebagai uji kualitas terhadap hasil kerja siswa.
Pesanan dari luar sekolah ini sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk buatan siswa SMKN 4 Balikpapan.
Lebih dari sekadar praktik memasak, Teaching Factory juga mengajarkan siswa keterampilan wirausaha, kerja tim, serta tanggung jawab dalam menjalankan usaha berbasis produksi nyata.
Baca juga: Kisah Perjuangan Pelajar SMKN 4 Balikpapan jadi Paskibraka Provinsi Kaltim
Dengan demikian, siswa tak hanya menguasai teknik, tetapi juga memiliki wawasan bisnis dan etos kerja yang dibutuhkan di dunia industri.
Program ini mendapatkan respons positif dari berbagai mitra industri, khususnya pihak hotel yang telah menjadi pelanggan tetap produk kuliner karya siswa.
Ke depan, SMKN 4 Balikpapan berencana untuk memperluas penerapan sistem Teaching Factory ke jurusan lainnya.
Sehingga seluruh siswa dapat merasakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan lapangan kerja.
Baca juga: SMKN 4 Balikpapan Sinkronisasi Kurikulum Industri Perhotelan
“Harapan kami, sistem ini bisa terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya belajar di SMKN 4. Selain menambah kepercayaan diri siswa, ini juga bisa jadi modal kuat mereka jika ingin membuka usaha sendiri,” tutur Sri Handayani.
Dengan model pembelajaran inovatif seperti Teaching Factory, SMKN 4 Balikpapan tak hanya mencetak lulusan yang terampil, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang siap menjadi pelaku usaha mandiri di masa depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250731_SMK-Negeri-4-Balikpapan-2025.jpg)