Senin, 13 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Kasus Beras Oplosan Diduga Picu Kelangkaan Stok di Balikpapan

Kasus beras oplosan yang sempat diungkap kepolisian diduga menjadi salah satu pemicu kelangkaan stok beras, di Kota Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
BERAS LANGKA - Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menduga kelangkaan beras di pasaran dipicu temuan kasus beras oplosan yang menghambat pasokan dari luar daerah. Meski demikian, stok beras lokal di gudang Bulog dinyatakan aman. (TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kasus beras oplosan yang sempat diungkap kepolisian diduga menjadi salah satu pemicu kelangkaan stok beras di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Beras oplosan ialah beras yang dicampur dari berbagai jenis atau kualitas berbeda, biasanya beras kualitas rendah dicampur dengan beras kualitas tinggi, lalu dijual seolah-olah semuanya kualitas premium.

Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyebut beras langka ini terjadi lantaran pasokan beras dari luar daerah menurun signifikan.

Kondisi tersebut diduga akibat kebijakan para distributor pasca-terungkapnya praktik oplosan.

Baca juga: Beras Langka, Rumah Makan Minang Raya Balikpapan Pilih tak Naikkan Harga Makanan

"Kami bersama Satgas Pangan melakukan investigasi secara menyeluruh, karena kecurangan yang terjadi bukan hanya di Kalimantan Timur, tetapi sudah menjadi isu nasional,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Fauzi menjelaskan, langkah pembatasan pasokan dilakukan untuk memastikan kualitas beras yang beredar di masyarakat tetap terjaga.

Meski begitu, ia memastikan stok beras lokal di gudang Bulog masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan pantauan lapangan, kekosongan stok hanya terjadi pada beras premium yang biasanya dipasok dari luar daerah.

Beras premium adalah kategori beras dengan kualitas paling tinggi dibandingkan jenis beras lainnya di pasaran.

Beras premium biasanya memiliki butiran yang utuh, bersih, dan tidak banyak patah.

Baca juga: Stok Beras Langka, Toko Grosir di Balikpapan Kini Hanya Jual Satu Merek

DPRD Balikpapan mendorong agar distribusi beras kembali berjalan normal dan bebas dari praktik kecurangan yang merugikan masyarakat.

Pemerintah daerah pun diminta memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha pangan, khususnya dalam menjaga transparansi dan kualitas produk.

"Kami dari Komisi II DPRD Balikpapan selalu memantau perkembangan ini dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan beras," tegas Fauzi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved