Travel
Menikmati Sunyi dan Rimbun Mangrove Park Bontang, Surga Kecil di Ujung Kota
Rimbunnya hutan mangrove dan semilir angin laut di Bontang Mangrove Park menjadi pelarian manis dari hiruk-pikuk kota
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sesaat menepi dari riuhnya rutinitas, Bontang menyimpan satu sudut yang mampu meredam penat, Bontang Mangrove Park.
Terletak di Jalan Salebba, Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur kawasan ini menjadi pintu masuk ke hutan lindung Taman Nasional Kutai (TNK) yang luasnya mencapai 280 hektar.
Begitu melangkah ke dalam, mata langsung dimanjakan rimbun pepohonan, jalan kayu yang membentang, dan laut di ujung perjalanan membuatnya seperti surga kecil di ujung kota.
Suara burung bersahutan, berlomba dengan desir angin laut yang menembus sela dedaunan.
Jalur setapak dari kayu ulin sepanjang kurang lebih 2,15 kilometer akan menuntun pengunjung menyusuri hutan, sambil sesekali membaca papan informasi tentang ekosistem mangrove.
Baca juga: 5 Lokasi Strategis di Balikpapan jadi Area Operasi Keselamatan Pesisir dan Wisata oleh Polisi
Ada 16 jenis mangrove yang tumbuh di sini, di antaranya Avicennia (api-api putih), teruntum merah dan putih, bakau minyak, hingga kedabu.
Masuk lebih dalam pengunjung akan sampai ke menara pandang di tengah kawasan. Dari puncaknya, panorama Teluk Tanjung Limau terhampar luas.
Di bawah, rimbun daun mangrove berlapis-lapis, hijau pekat seolah menjadi karpet hidup yang membentengi pesisir.
Ketika tatapan menengok ke depan dikejauhan, siluet pabrik PT Pupuk Kaltim berdiri, dengan cerobong dan bangunan industrinya menjulang ke langit.
Di sudut lain Mangrove Park, sebuah gazebo beratap merah berdiri di tepi air, menjadi tempat singgah pengunjung untuk beristirahat atau sekadar menikmati angin sore.
Baca juga: Wisata Kuliner di Taman Bekapai Balikpapan, Bisa Hilangkan Penat hingga Harga Ekonomis
Jalur kayu yang kokoh memanjang ke arah laut, menyatu dengan tenangnya permukaan air yang memantulkan warna langit.
Beberapa keluarga tampak duduk santai di ujung dermaga, berbincang sambil memandangi hamparan hutan mangrove yang mengelilingi teluk.
Ada pula pasangan muda yang mendorong kereta bayi, berjalan perlahan di atas jembatan kayu, seolah menikmati setiap detik momen bersama.
Suasana di sini begitu damai, tidak ada suara bising kendaraan, hanya riak air yang memecah keheningan dan sesekali kicau burung dari balik rimbun mangrove.
Di beberapa titik, gazebo dan ayunan tersedia untuk bersantai. Suasana tenang makin terasa karena pengunjung tak terlalu ramai.
Baca juga: Wisata Paralayang di Mampang Kutim, Cukup Rp400 Ribu Sudah Bisa Terbang di Atas Pantai Sekerat
| Ekowisata Papua Barat Daya, Meracik Konservasi Alam jadi Penghidupan Masyarakat |
|
|---|
| Baru Memulai Wisata Trail Run Balikpapan, Nur Terjerembab di Tanah Lembek Grand City |
|
|---|
| 6 Pilihan Nasi Goreng di Solo Super Enak untuk Makan Malam, Ada Nasi Goreng Babat Gongso Gilingan |
|
|---|
| 5 Pilihan Iga Bakar Super Enak di Bandung untuk Makan Malam, Iga Bakar Pak Sarwon Rp 35.000 |
|
|---|
| De Rocka Beach Suguhkan Pemandangan Laut Lepas dengan Konsep Beach Bar, Ini Harga Tiket Masuknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250810_Mangrove_Park_Bontang_Wisata_foto1.jpg)