Kamis, 9 April 2026

Kebakaran Pasar Segiri Samarinda

Pasar Segiri Samarinda Terbakar, Pengamat Ekonomi Soroti Tata Kelola dan Perlu Direformasi

Kebakaran yang melanda Pasar Segiri pada Minggu 10 Agustus 2025 malam, kembali memicu sorotan tajam.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
PASAR SEGIRI TERBAKAR - Puluhan unit kendaraan pemadam kebakaran memadati jalan perniagaan di kawasan Pasar Segiri Samarinda, Kaltim untuk memadamkan api, Minggu (10/8/2025). Pengamat Ekonomi Samarinda, Purwadi Purwoharsodjo, menilai peristiwa ini seharusnya menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan pembenahan menyeluruh, bukan hanya perbaikan sementara. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Kebakaran yang melanda Pasar Segiri pada Minggu 10 Agustus 2025 malam, kembali memicu sorotan tajam terhadap tata kelola salah satu pusat perekonomian terbesar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

Pengamat Ekonomi Samarinda, Purwadi Purwoharsodjo, menilai peristiwa ini seharusnya menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk melakukan pembenahan menyeluruh, bukan hanya perbaikan sementara.

“Tantangannya memang adalah membereskan penertiban Pasar Segiri Samarinda,” ujarnya, Senin (11/8/2025) di Samarinda.

Purwadi menegaskan, kebakaran yang sudah terjadi untuk kedua kalinya ini wajib diselidiki secara tuntas demi menghindari kesimpangsiuran di masyarakat. 

Baca juga: Kebakaran Picu Rehabilitasi Total Pasar Segiri, Ini Tanggapan Pedagang

“Saya tidak tahu, apakah kebakaran disengaja atau tidak, itu harus diselidiki. Saat ini pedagang pasti terganggu, tidak bisa jualan," tuturnya.

"Mengganggu pendapatan mereka, omzetnya hilang. Terlebih ini kan sudah kedua kalinya terjadi kebakaran,” tegasnya.

Menurutnya, kejelasan penyebab kebakaran akan membantu pemerintah mengambil langkah pencegahan yang tepat, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pedagang.

Ia mengingatkan bahwa dampak kerugian tidak hanya bersifat material, tetapi juga menggerus kepercayaan publik terhadap keamanan dan tata kelola pasar.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Pasar Segiri Samarinda, 5 Kios Ludes

Meski mengakui adanya perbaikan di sektor perparkiran sejak penataan dilakukan Pemkot, Purwadi menilai kondisi Pasar Segiri secara keseluruhan masih jauh dari ideal. 

“Yang bagus disiapkan untuk Pasar Segiri, kalau saya lihat saat ini memang masih semerawut banget. Baru rapih parkirnya saja di bagian belakang. Karena pasarnya kumuh sekali. Apalagi ini pasar sudah dari zaman wali kota terdahulu. Memang banyak yang harus diperbaiki di situ,” ujarnya.

Ia mendorong agar Wali Kota Samarinda mengambil langkah tegas seperti yang dilakukan pada penataan Pasar Pagi, mengingat keduanya merupakan titik vital pertumbuhan ekonomi kota. 

“Jadi jangan Pasar Pagi saja yang dibuat megah, sedangkan Pasar Segiri dibiarkan. Tentu masyarakat di sana juga harus mau diatur. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri, harus ada sinergi supaya yang diatur dan yang mengatur sama-sama menjalankan jalan tengah yang baik. Memang harus direformasi tata kelola Pasar Segiri ini,” ujarnya.

Purwadi mengingatkan, pembenahan Pasar Segiri bukan hanya soal meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menyangkut kenyamanan, ketertiban, dan penataan ruang yang berkelanjutan.

Ia berharap kebakaran kali ini menjadi titik balik reformasi menyeluruh di pasar tersebut.

Selain reformasi tata kelola, Purwadi menilai bantuan langsung bagi pedagang korban kebakaran menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. 

“Kasihan kalau tidak ditopang sesegera mungkin. Kalau mau memperbaiki seperti Pasar Pagi itu langkah panjang, dan harus direncanakan secara baik dengan sosialisasi lebih awal,” pungkasnya.

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved