Rabu, 29 April 2026

Berita Penajam Terkini

Sekda PPU Harap Perpustakaan Bukan Sekadar Gudang Buku tapi Tempat Pelatihan Keterampilan

Perpustakaan tak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran, inovasi dan pemberdayaan masyarakat

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
HO/PROKOPIM PPU
BUKA SOSIALISASI -  Sekda PPU Tohar. Ia berharap, agar perpustakaan tak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran, inovasi dan pemberdayaan masyarakat. ( HO/PROKOPIM PPU) 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM – Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur berharap, agar perpustakaan tak lagi hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat pembelajaran, inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah PPU, Tohar, saat membuka Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) 2025 di Aula Kantor Bupati.

Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU ini menghadirkan 104 peserta, mulai dari perwakilan SKPD, kepala desa, lurah, hingga pengelola perpustakaan desa dan kelurahan.

Tohar menekankan dua hal, yakni transformasi dan inklusi sosial.

Baca juga: Pemkab PPU Janji Distribusi Normal 2 Hari Lagi, Tohar: Polisi Harus Awasi

"Perpustakaan harus hidup. Tidak cukup hanya jadi gudang buku, tapi juga tempat pelatihan keterampilan, pusat informasi, dan ruang bertukar ide,” ungkapnya Selasa (12/8/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan arsip di tingkat desa dan kelurahan, demi tata kelola pemerintahan yang rapi dan akuntabel.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Muhammad Yusuf Basra, mengatakan TPBIS bertujuan mengubah wajah perpustakaan, menjadi pusat kegiatan warga.

"Kalau dikelola dengan baik, perpustakaan bisa menjadi ruang inklusif yang memantik inovasi dan pembelajaran,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab PPU Dukung Moderasi Beragama, Sekda Tohar Ajak Warga Jaga Kerukunan

Untuk memberi gambaran nyata, narasumber dari Dinas Perpustakaan Kota Balikpapan dihadirkan, membagikan pengalaman sukses mereka, menjalankan program serupa.

Pemkab PPU berharap, ke depan perpustakaan di desa dan kelurahan tak lagi identik dengan rak buku berdebu, tetapi menjadi tempat yang ramai, hidup, dan bermanfaat bagi semua kalangan. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved