Selasa, 7 April 2026

Berita Eksklusif

Bisnis Batu Bara Lesu, 4.000 Mobil Dilelang Sepanjang Tahun Ini

Jumlah tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya saat kondisi tambang masih stabil

TRIBUN KALTIM
Titipan mobil operasional tambang di Ibid Balai Lelang Serasi Balikpapan, Jalan MT Haryono, Kalimantan Timur, Rabu (25/3/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah balai lelang kebanjiran titipan mobil saat bisnis batu bara di Kalimantan Timur lesu sejak beberapa tahun lalu. Berdasarkan data Ibid Balai Lelang Serasi Balikpapan, selama 2014 pihaknya menampung 4.292 mobil yang sebagian besar jenis 4x4, mini bus, truk, atau kendaraan tambang.

Keterangan tersebut disampaikan person in charge (PIC) Ibid Balikpapan, Supriadi, di kantornya, Jalan MT Haryono Balikpapan, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, jumlah tersebut meningkat sekitar dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya saat kondisi tambang masih stabil.

"Ya kita merasakan peningkatan lelang atau penitipan mobil khususnya 4x4 dan jenis bus sejak bisnis batu bara di Kaltim lesu," ujar pria yang akrab disapa Supri sambil melihat data di laptop.

Supri mengungkapkan, pada 2013 Ibid hanya menerima titip lelang 2.012 mobil dan berhasil menjual sebanyak 422 unit. Sedangkan pada 2014 sebanyak 4.292 mobil dan terjual hingga 965 unit. Bahkan di tahun ini mereka berhasil memecahkan rekornya sendiri yakni berhasil menjual 55 unit dari 120 mobil yang diikuti 68 peserta, hanya dalam satu kali lelang. (BACA juga: Bisnis Batu Bara Jeblok, Karyawan Cemas PHK Tiap Dipanggil SDM)

"Kita mencatatkan rekor itu di Maret ini. Padahal sebelumnya kita hanya bisa maksimal menjual 30 unit. Sepanjang tahun ini, menurut data yang sudah kita himpun hingga Februari menerima titipan 650 unit dan 260 di antaranya sold out (terjual)," ujarnya.

Peningkatan juga terjadi pada penyelenggaraan lelang. Pada tahun 2013, lelang hanya dilakukan dua kali dalam sebulan. Bahkan sempat stagnan.

"Kita malah sempat stagnan pada bulan Maret hingga Juli di tahun lalu. Tapi tahun ini meningkat drastis. Dalam satu bulan kami bisa menggelar empat hingga lima kali lelang selama satu bulan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, lelang dilakukan setiap hari Rabu. Sisa unit yang belum sold out, lanjut dia, dilelang di kota lain seperti Medan, Surabaya, Palembanag, Serang, dan lainnya. (BACA juga: Pengusaha Ajukan Protes Kenaikan Royalti Batu Bara)

"Sebagian besar peserta lelang kita memang dari showroom, walaupun ada juga perorangan. Unit yang tidak terjual di sini kita lelang di Ibid kota lain, karena seperti Medan atau Sumatera Utara cukup banyak peminat 4x4 untuk digunakan di perkebunan seperti sawit," kata Supri.

Menurutnya, beberapa faktor peningkatan tersebut di antaranya karena alasan penurunan jumlah sewa mobil tambang, sehingga mengakibatkan harga penjualan kendaraan tersebut turun. Banyak unit tarikan karena tidak bisa bayar sewa.

"Bisa juga seperti itu. Karena bisnis batu bara lesu, lalu sejumlah perusahaan sewa mobil menjual unitnya dengan harga yang lebih murah. Tapi ini juga dirasakan balai lelang lain, karena sudah banyak juga pesaing kita yang sudah ada di Balikpapan," ujarnya. (yns/dep/m10)

Bagaimana dampak lesunya bisnis batu bara di perusahaan leasing? Silakan baca ulasan lengkapnya di harian Tribun Kaltim, edisi Senin, 30 Maret 2015.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved