Rabu, 8 April 2026

Transportasi

Driver Online Bisa Angkut Penumpang di Halte Bandara APT Pranoto

Sejauh ini, ada tiga kali penerbangan pulang pergi luar pulau, yang dilayani dua maskapai dari APT Pranoto, yakni dua ke Cengkareng dan Makassar.

Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Bandara APT Pranoto Samarinda. 

Driver Online Bisa Angkut Penumpang di Halte Bandara APT Pranoto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong mengutarakan, kedatangan penumpang yang datang dan pergi di Bandara APT Pranoto beberapa hari ke depan, paska dibukanya banyak rute luar pulau, bakal jadi analisis peningkatan layanan jasa transportasi antar jemput penumpang.

Sejauh ini, ada tiga kali penerbangan pulang pergi luar pulau, yang dilayani dua maskapai dari APT Pranoto, yakni dua ke Cengkareng dan Makassar. Menyusul Yogyakarta. Ini, belum di tambah rute lokal. Belajar dari pendaratan perdana Garuda Indonesia, Selasa (20/11/2018) ada 120an penumpang yang turun.

Di sisi lain, Salman mencatat ada tiga penyedia jasa transportasi darat yang mendapat izin mengangkut penumpang dari dan menuju bandara APT Pranoto. Yakni, dua unit minibus Damri berkapasitas 20 penumpang, mendampingi taksi argo milik Koperasi Angkasa Jaya dan Sentra yang masing-masing mengoperasikan 10 unit angkutan.

Sementara ada modal transportasi publik antar kota lain, misalnya angkutan bus Samarinda-Bontang, Sangatta dan mobil Carter. Nah, apabila peningkatan itu merangsang moda transportasi online yang biasanya melayani layanan antar jemput jarak dekat dalam kota, Salman mengatakan itu nantinya jadi bagian peran analisis Dishub Kota Samarinda yang terdekat dengan bandara. Pihaknya hanya mengurusi transportasi antar kota.

"Pihak bandara menghitung kebutuhan itu, biar semua angkutan bisa diakomodasi sesuai peraturan, misal ada izin trayek dari bandara dan berbadan hukum silahkan saja. Yang penting kebutuhan penumpang tercukupi, tapi juga tidak melebihi kapasitas," katanya kemarin.

Namun, tetap saja, analisis tadi, dijadikan pertimbangan tata kelola dan pemberian izin mengangkut penumpang di sekitar bandara yang disesuaikan regulasi yang berlaku. Ini, agar tak terjadi gesekan antar pelaku jasa transportasi seperti pengalaman di beberapa bandara, dan kepentingan utama melayani publik.

Sejauh ini, dari hasil koordinasinya dengan pengelola Bandara APT Pranoto, transportasi berbasis online belum mendapat izin resmi dari pengelola bandara. "Tapi, kan mereka (driver angkutan online) bisa ambil (penumpang) di halte yang disediakan di halte depan bandara yang di antar dengan shuttle bus," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Ismansyah dihubungi Selasa (20/11/2018) belum dapat dimintai pendapat soal rencana tata kelola transportasi dari dan menuju APT Pranoto ke depan.

Adapun, Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto, Dodi Dharma Cahyadi hanya menjawab singkat ketika ditanya peningkatan tata kelola moda transportasi konvensional dan online paska meningkatkan jumlah penumpang. Dia meminta itu bisa ditanyakan esok berbarengan dengan pendaratan Batik Air. (dro)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved