Berita Kaltim Terkini
5 Daerah di Kaltim yang Warganya Paling Banyak Gunakan Vape
Berikut daerah di Kalimantan Timur dengan pengguna vape paling banyak, mana saja? Simak selengkapnya
TRIBUNKALTIM.CO - Berikut daerah di Kalimantan Timur dengan pengguna vape paling banyak, mana saja?
Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, terdapat sebagian kecil penduduk usia 15 tahun ke atas yang tercatat menggunakan vape setiap hari, meskipun secara umum angkanya masih tergolong rendah.
Rokok elektrik sendiri merupakan perangkat yang bekerja dengan memanaskan cairan khusus atau liquid untuk menghasilkan uap yang dihirup oleh pengguna.
Berbeda dengan rokok konvensional yang membakar tembakau, vape menggunakan sistem pemanas listrik, sehingga sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman.
Namun, dalam berbagai kajian kesehatan, penggunaan vape tetap memiliki risiko, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan.
Baca juga: Alasan BNN Usul Pelarangan Vape dalam RUU Narkotika dan Psikotropika
Jika ditelusuri lebih dalam, data menunjukkan bahwa terdapat beberapa daerah di Kalimantan Timur dengan tingkat penggunaan vape yang lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
Kondisi ini menunjukkan adanya variasi perilaku masyarakat di tiap kabupaten dan kota, yang dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, hingga akses terhadap informasi kesehatan.
Oleh karena itu, data ini menjadi penting sebagai dasar dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih terarah di tingkat daerah.
Di sisi lain, isu penggunaan vape kini tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan merokok, tetapi juga mulai dikaitkan dengan potensi penyalahgunaan zat berbahaya.
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan temuan serius terkait kandungan narkotika dalam sejumlah liquid vape yang beredar di masyarakat.
Temuan ini semakin memperkuat urgensi pengawasan terhadap penggunaan rokok elektrik di Indonesia.
Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap 341 sampel liquid vape, BNN menemukan adanya kandungan zat berbahaya seperti synthetic cannabinoid (ganja sintetis), methamphetamine atau sabu, hingga etomidate, yaitu obat bius yang kini masuk kategori narkotika golongan II.
Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan vape tidak lagi sekadar alat konsumsi nikotin, melainkan telah disalahgunakan sebagai media untuk mengonsumsi narkotika.
“Menjadi sebuah harapan besar bagi BNN agar pelarangan vape dapat diterapkan di Indonesia, karena vape terbukti telah disalahgunakan menjadi media untuk diisi etomidate,” kata Suyudi.
Gambaran Umum Pengguna Vape di Kalimantan Timur
Secara keseluruhan, persentase penduduk Kalimantan Timur berusia 15 tahun ke atas yang menggunakan vape setiap hari tercatat sebesar 1,59 persen.
| 3 Daerah dengan Jumlah Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta Terbanyak di Kaltim 2026 |
|
|---|
| 5 Daerah di Kalimantan Timur dengan Populasi Kambing Terbanyak |
|
|---|
| Hardiknas 2026, Komisi X DPR RI dan Disdikbud Kaltim Perkuat Sinergi demi Pendidikan Inklusif |
|
|---|
| POPULER KALTIM: Respons DPRD Kaltim soal Siaran Live Rapat Hak Angket, Samarinda Cetak Sejarah |
|
|---|
| OSIS Punya Peran Mencegah Krisis Sosial di Sekolah-sekolah Kaltim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260408_vapee.jpg)